Medan, LiputanIslam.com–Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah, Drs. Djoko Harjanto, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah kebal hoax terkait Suriah. Sebagai buktinya, tidak ada satu wartawan pun yang mewawancarainya terkait isu Ghouta timur. Dubes Djoko mendukung upaya Alsyami dalam gerakan penyebaran Islam yang moderat, rahmatan lil alamin.

Pernyataan Dubes Djoko disampaikan dalam kata sambutannya pada Silaturahim Nasional  Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) ke-6 di Medan (10/2). Dalam yang diikuti oleh sekitar 250 alumni pelajar dan mahasiswa Suriah asal Indonesia ini, Dubes mengapresiasi para alumni yang telah berkontribusi penting di masyarakat.

Dubes Djoko mengatakan, “Suriah atau Syam adalah pusat ilmu pengetahuan, hampir di setiap bidang ilmu, ada pakarnya di sana.”

Karena itu, meskipun bidang pendidikan dan dakwah paling banyak digeluti oleh alumni Suriah, Dubes Djoko menyarankan agar alumni juga berkiprah dalam bidang sosial dan ekonomi. Dia juga menyatakan siap membantu alumni Suriah yang berprofesi pengusaha untuk mengikuti pameran bisnis di Aleppo, Suriah.

Dubes Djoko sempat menyinggung perkembangan terakhir di Suriah dalam konteks Indonesia. Menurutnya, masyarakat sudah semakin kebal dengan hoax terkait Suriah dan tidak mudah terprovokasi.

“Buktinya tidak ada wartawan tanya saya tentang Ghouta,” ujarnya.

Bukti lain adalah ‘pensiun’-nya pemain-pemain hoax lama yang sudah tidak dipercaya masyarakat, dan dimunculkan figur baru untuk memutar kembali hoax-hoax tersebut. (ra/NAR)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*