dubes australiaMoskow, LiputanIslam.com — Bertolak belakang dengan sikap keras Perdana Menteri Australia Tony Abbott terhadap Rusia dalam insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17, Dubes Australia untuk Rusia justru mengharapkan dukungan Rusia bagi penyelidikan insiden tersebut.

Sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Rabu (15/10), Dubes Australia Paul Myler mengatakan bahwa Australia membutuhkan dukungan Rusia untuk memastikan pihak-pihak yang bersalah dalam insiden pesawat MH17 yang meledak di wilayah Ukraina timur, 17 Juli lalu.

“Kami tentu sangat berharap bahwa Rusia akan membantu memastikan penjahat yang bertanggungjawab langsung atas jatuhnya pesawat tersebut. Masih berlangsung penyelidikan saat ini dan kesimpulannya akan diumumkan tahun depan. Kami membutuhkan bantuan Rusia dalam kasus ini,” kata Myler kepada RIA.

Pesawat Malaysian Ailines Boeing 777 nomor penerbangan MH17 jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina timur, dalam penerbangan antara Amsterdam ke Kuala Lumpur tanggal 17 Juli, menewaskan 298 penumpang dan awaknya. Di antara korban yang tewas itu adalah 38 warga negara Australia.

Badan Keselamatan Belanda yang menjadi pimpinan penyelidikan kasus ini beberapa waktu lalu merilis hasil penyelidikan sementara yang menyebutkan bahwa MH17 jatuh akibat ditabrak oleh beberapa benda berkecepatan tinggi. Namun belum dapat dipastikan benda tersebut. Hasil akhir penyelidikan baru akan diumumkan bulan Juli tahun depan.

Di luar penyelidikan itu, Australia bersama-sama Ukraina dan negara-negara barat sejak awal terjadinya musibah telah menuduh Rusia turut bertanggungjawab atas musibah tersebut, yaitu dengan menyediakan bantuan kepada kelompok separatis Ukraina yang menjadi pelaku penembakan MH17.

Rusia dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan balik menuduh Ukraina lah yang bertanggungjawab atas musibah itu berdasarkan bukti foto satelit yang menunjukkan keberadaan pesawat tempur SU-25 Ukraina yang membuntuti MH17 sebelum pesawat itu jatuh. Pemberontak Ukraina juga membantah tuduhan dengan berdalih bahwa mereka tidak memiliki sistem persenjataan yang dapat menembak jatuh pesawat pada ketinggian 30.000 kaki.

Lebih jauh Myler mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, yang akan datang dalam pertemuan G20 di Brisbane, Australia, November mendatang, akan melakukan pendekatan terbuka untuk memberikan kontribusi bagi penyelidikan demi menemukan penanggungjawab tragedi tersebut.

“Saya percaya Rusia akan bekerjasama dengan Australia dalam penyelidikan ini. Sebagai negara yang menjadi korban kecelakaan itu, kami telah terlibat intensif dengan penyelidikan, dan kami tentu berharap dengan bantuan Rusia,” tambah sang dubes.

Hal tersebut tentu saja bertolak belakang dengan sikap Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang secara terbuka menuduh Rusia bertanggungjawab atas musibah itu. Dalam pernyataan kepada wartawan baru-baru ini, Abbot bahkan menantang wartawan bahwa dirinya akan “menyerang” Vladimir Putin perihal tragedi MH17 pada pertemuan G20 mendatang.

“Saya akan menyerang dan mengalahkan Putin (soal MH17). Silakan bertaruh!” kata Abbott.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL