tembak menembak dallasDallas, LiputanIslam.com — Dua orang tewas ditembak polisi setelah mereka melepaskan tembakan di luar konperensi kartun gambar Nabi Muhammad yang digelar di kota Dallas, negara bagian Texas.

Kantor berita BBC News melaporkan, Senin (4/5), seorang petugas keamanan juga terluka dalam insiden tembak-menembak itu, sementara polisi kemudian mengevakuasi peserta konperensi dan menutup gedung penyelenggaraan konperensi, Curtis Culwell Center.

Konperensi yang digelar kelompok-kelompok anti-Islam itu menyelenggarakan beberapa acara, termasuk lomba menggambar gambar Nabi Muhammad berhadiah $10.000. BBC menyebut kegiatan itu sebagai kontroversial dan provokatif.

Polisiti Belanda yang dikenal sangat anti-Islam, Geert Wilders termasuk di antara peserta konperensi. Usai insiden itu ia berkicau di jejaring sosial tentang insiden penembakan itu.

Polisi belum bisa memastikan, meskipun terdapat dugaan kuat insiden penembakan itu terkait dengan konperensi tersebut, demikian kata Joe Harn, pejabat kepolisian setempat kepada BBC. Ia menyebutkan adanya sejumlah ancaman sebelum acara itu digelar.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Associated Press mengaku mendengar sekitar 20 kali tembakan yang berasal dari mobil yang melaju di luar gedung konperensi, disusul dengan 2 tembakan terpisah.

Pemerintah daerah Garland, wilayah pinggiran Dallas tempat konperensi itu digelar, mengatakan di akun Facebook, bahwa petugas yang terluka tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya.

“Kedua orang itu bersenjata dan mulai menembak ke arah petugas keamanan. Para petugas kepolisian Garland kemudian terlibat tembak-menembak dengan para pelaku yang keduanya kemudian tewas tertembak.”

Sekitar 200 orang dikabarkan hadir dalam konperensi yang diorganisir oleh kelompok American Freedom Defense Initiative (AFDI), yang mengklaim kegiatan itu dimaksudkan untuk mendukung kebebasan berekspresi.

AFDI dipimpin oleh ‘aktifis’ Pamela Geller yang dikenal anti-Islam. Kelompok ini juga pernah memasang iklan kontroversial pada bus-bus di beberapa kota di AS yang isinya menghujat Islam.

Sebagian warga mempertanyakan mengapa untuk mendukung kebebasan berekspresi harus dengan cara melecehkan Islam, dan bukan yang lainnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL