Ebola-medicFreetown, LiputanIslam.com — Dua dokter di Siera Leone, meninggal akibat virus Ebola Jumat (5/12), demikian sumber pemerintah dan sumber rumah sakit, setempat menyebutkan. Ini menambah korban tewas akibat virus ebola di antara dokter di negara itu menjadi 10 orang.

Wabah terburuk Ebola telah mengoyak sistem kesehatan negara terlemah Afrika Barat itu, menewaskan hampir 350 personel medis, termasuk 106 di Sierra Leone, yang baru membangun kembali dari kerusakan tahun-tahun perang pada 1990-an.

“Kami hancur akibat pendarahan pada pekerja kesehatan kita ini,” kata seorang pejabat senior kementerian kesehatan yang tidak disebutkan identitasnya kepada Reuters, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (7/12).

Tidak ada komentar segera dari pemerintah, tetapi sumber-sumber menyebut dua dokter yang meninggal adalah Dr Dauda Koroma dan Dr Thomas Rogers.

Tidak jelas bagaimana orang-orang itu terinfeksi karena mereka tidak bekerja di garis depan dalam pemberantasan Ebola.

Sambil menanggapi parlemen sebelumnya pada Jumat, Presiden Ernest Bai Koroma menelepon tenaga medis yang berjuang untuk memberantas Ebola sebagai “patriot terbesar” negara itu.

Sierra Leone telah berjanji untuk membayar keluarga dari semua staf medis yang meninggal berjuang melawan Ebola 5.000 dolar AS sebagai kompensasi.

Angka-angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Ebola telah menewaskan hampir 6.200 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea, sejak dikonfirmasi terjadinya wabah virus ini Februari lalu. Demikian laporan Reuters.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL