reaktor nuklirParis, LiputanIslam.com — Otoritas Perancis melakukan penyidikan atas adanya laporan mengenai pesawat-pesawat tanpa awak (drone) yang menyusup ke beberapa kompleks reaktor nuklir pembangkit energi milik BUMN energi EDF.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Jumat (31/10), EDF menyebutkan drone-drone tidak dikenal telah terbang di atas 7 reaktor nuklir miliknya. Drone pertama diketahui menyusup ke salah satu pembangkit nuklirnya pada tanggal 5 Oktober lalu. Kejadian itu terus berlanjut hingga tanggal 20 Oktober lalu.

Siapa pemilik drone-drone itu masih belum diketahui, meskipun beredar desas-desus drone-drone itu milik kelompok pembela lingkungan Greenpeace. Kelompok ini telah membantah desas-desus itu.

Mendagri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan bahwa beberapa langkah telah dilakukan pihaknya untuk menetralisir drone-drone itu, dan sebuah penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui pemilik drone-drone itu dan motif di balik penerbangan-penerbangan itu.

Di bawah UU Perancis, tidak ada pesawat yang diijinkan terbang di atas udara pada radius 5 km dari reaktor nuklir dan AU Perancis bertanggungjawab atas perlindungan udara atas reaktor-reaktor nuklir itu.

Perancis mengandalkan energi nuklir untuk mencukupi kebutuhan energinya. 75% kebutuhan listrik Perancis dipasok dari energi nuklir dan sebanyak 58 reaktor nuklir beroperasi di seluruh negara.

Menurut EDF sebagian besar penerbangan drone misterius itu terjadi antara tanggal 13 hingga 20 Oktober, berlangsung pada malam hari hingga dini hari.

Sementara itu Greenpeace mengatakan bahwa sebuah drone juga telah terbang di atas reaktor nuklir riset milik Institut CEA di Paris dan menuduh EDF telah meremehkan dampak insiden-insiden itu.

Situs resmi media nasional Le Figaro melaporkan bahwa drone-drone juga terbang di atas reaktor-reaktor milik CEA lainnya.

Jubir AU Perancis Kolonel Jean-Pascal Breton mengatakan semua drone-drone tersebut berukuran kecil dan tersedia di pasaran komersial. Ia menyebut drone-drone itu bukan ancaman serius.

Kecurigaan awal menunjuk kepada Greenpeace mengingat pada tahun 2012 lalu kelompok ini telah menerbangkan paraglider di atas reaktor nuklir Bugey 2012. Bulan lalu 55 aktifis Greenpeace juga mendapatkan hukuman percobaan setelah menerobos kompleks reaktor nuklir di Fessenheim, dekat perbatasan Jerman.

Namun Greenpeace membantah rumor tersebut, menyebut setiap aktifitasnya selalu dilakukan secara terbuka.

Presiden Perancis Francois Hollande beberapa waktu lalu berjanji untuk mengurangi penggunaan energi nuklir Perancis. Pada tahun 2025 ketergantungan pada energi nuklir akan dikurangi dari 75% menjadi 50%.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL