Foto: Press TV

Foto: Press TV

Kunar, LiputanIslam.com — Serangan drone AS kembali menghantam Afghanistan, yang menewaskan setidaknya 14 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Serangan yang terjadi di provinsi bagian timur laut Afghanistan, Kunar, juga menyebabkan 13 orang menderita luka-luka.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk keras serangan biadab AS yang telah merengut nyawa penduduk tak berdosa. Dan untuk itu, pemerintah Afghanistan akan melakukan penyelidikan terkait insiden mematikan tersebut.

Menurut koresponden Press TV di Afghanistan, serangan demi serangan drone AS yang menyasar warga sipil telah menimbulkan kemarahan. Selain itu, para penduduk juga mengalami frustasi, karena serangan drone bisa saja terjadi setiap saat.

Militer AS di kantor pusat di Kabul belum berkomentar tentang masalah tersebut. (Baca juga: Iran Tangkap Para Simpatisan ISIS Asal Pakistan dan Afghanistan)

Para keluarga korban telah dilaporkan menuntut keadilan atas kasus yang menimpa mereka. Seharusnya, kata keluarga korban, pemerintah jangan hanya mampu mengutuk serangan semata. Namun harus memberikan jaminan bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang di waktu mendatang.

Menurut keterangan dari kantor PBB di Kabul, lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas di Afghanistan selama enam bulan terakhir. Afghanistan telah berulang kali mengecam AS atas serangan udara di negara, yang sebagian besar korbannya adalah rakyat sipil. (Baca juga: Al-Houthi Serukan Peningkatan Aksi Demo di Ibu Kota Yaman)

Pada tahun 2001, AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan atas nama “Perang Melawan Teror”, untuk memburu militan Taliban. Saat ini, Taliban sudah tidak berkuasa, namun Afghanistan telah menjadi negara gagal akibat berbagai serangan mematikan baik dari AS, maupun dari para militan. (Baca juga:  Serangan Drone AS di Afghanistan, Tiga Tewas)

Kemarin, AS juga telah merengut korban jiwa. Tiga orang tewas dan dua lainnya dilaporkan terluka dalam serangan AS di Nangarhar, provinsi timur Afghanistan. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL