Foto: www.moroccoworldnews.com

Foto: www.moroccoworldnews.com

Rabat, LiputanIslam.com — Fenomena “Jihad Fi Sabilillah” yang seringkali muncul bilamana terjadi konflik di negara-negara muslim dewasa ini seringkali menimbulkan perbedaan pendapat di antara para ulama. Perbedaan tentang legalitas jihad ini membawa dua kemungkinan, kemenangan dan kemuliaan atau sebaliknya kekalahan dan kerugian dunia ataupun akhirat.

Namun, menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, menurut pakar Maqashid Syariah Maroko Dr. Ahmed Al-Raissouni, seyogyanya kita tidak ragu untuk menyatakan legalitas serta kewajiban berjihad memerdekakan Palestina serta membela hak-hak penduduk Palestina yang telah dirampas Israel.

Dalam rilis yang dimuat tanggal 2 Agustus 2014 di laman situs resminya www.raissouni.ma, Al Raissouni yang juga wakil ketua Persatuan Ulama Muslimin (Ittihad Ulama al-Muslimin) menegaskan bahwa sejak Palestina dirampas oleh Israel fatwa jihad untuk memerdekakan dan membantu bangsa Palestina serta memberikan bantuan kepada para mujahidin di Palestina adalah merupakan hal yang tidak pernah diragukan dan telah disepakati oleh para ulama dan lembaga-lembaga resmi fatwa.

“Atas dasar hal tersebut, siapapun yang hendak berjihad, maka tidak ada perbedaan (pendapat-red) dan syubhat (keraguan), demi dan untuk Palestina. Siapapun yang hendak berkontribusi dengan harta, ilmu, pengalaman, profesi, waktu dan jabatannya demi jihad yang murni, niscaya tetap faedahnya di dunia dan pahala di akhirat, maka hendaklah membantu jihad dan para mujahidin di Palestina”, demikian penjelasan Al-Raissouni. (Husnul Amal Mas’ud/LiputanIslam.com)

—-

Catatan redaksi: Meski berbagai ulama di seluruh dunia menyepakati untuk membela Palestina dan mengutuk Israel, tidak demikian halnya dengan ulama-ulama Arab Saudi. Syekh Saleh al-Fawzan, seorang ulama termasyhur Saudi, ia mengharamkan pelaknatan Israel dengan alasan bahwa Israel (Israil) adalah nama lain dari Nabi Ya’qub as.

Sebelumnya, Mufti Agung dan Ketua Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, menyatakan bahwa unjuk rasa yang terjadi di berbagai negara Arab dan Islam untuk menunjukkan solidatitas dan kepedulian kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza adalah aksi yang tidak ada gunanya dan tidak akan menghasilkan apapun kecuali kegaduhan.

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL