Gang Dolly

Gang Dolly

Banjarmasin, LiputanIslam.com — Dolly ditutup, para PSK menyebar ke kota lain, seperti Banjarmasin. Disinyalir, kota di Pulau Kalimantan tersebut kini menjadi salah satu tujuan PSK mencari mangsa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin, Ichwan Noorchalik, menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi kuat dari beberapa sumber terpercaya bahwa sejumlah PSK eks Dolly merambah Banjrmasin.

Sebagai aparat pengaman Perda di Banjarmasin, Ichwan mengkhawatirkan terus berdatangannya para PSK tersebut. Pihaknya pun gencar melakukan razia penyakit masyarakat di sejumlah tempat.

Walaupun sekarang belum bisa menemukan PSK eks-Dolly, namun upaya Ichwan untuk memberantas perbuatan melawan hukum tetap gencar.

“Dalam waktu dekat kami akan razia lagi,” tandasnya.

Gang Dolly, kawasan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara telah ditutup oleh  Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pada 18 Juni 2014. Di kawasan itu, terdapat sekitar 400 wisma (rumah yang menyediakan pelayanan seks), dengan jumlah PSK mencapai 1.025 orang. Dalam sehari, uang yang berputar mencapai kisaran 400 juta rupiah.

Redaksi wartapedia.com, telah meramalkan berbagai efek yang akan timbul akibat ditutupnya Gang Dolly. Seperti, menjamurnya panti pijat, SPA, dan tempat-tempat semacamnya yang menyediakan PSK terselubung.

Selain itu, PSK yang belum mau untuk meninggalkan ‘karirnya’ maka akan beralih profesi menjadi penjaja seks dengan pola sporadis, berpencar-pencar ke daerah lain. (ph)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL