dollarJakarta, LiputanIslam.com–Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus melemah. Hari ini harga 1 US Dollar telah tembus 12.000. Sebagian pihak mengaitkannya dengan isu politik. Namun menurut Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia, penguatan Dollar dipicu oleh keputusan bank sentral AS (The Federal Reserves) yang mempertahankan suku bunga. Akibatnya, mata uang lain melemah, tidak hanya rupiah.

“Kita lihat terjadi pelemahan di regional dan juga di Indonesia ada pelemahan, itu satu hal yang wajar. Saya ingin kita tetap tenang karena ini satu kondisi yang banyak dipengaruhi oleh kondisi dunia,” kata Agus, seperti dikutip Detik.com (18/9/2014).

“Itu berdampak kepada dunia. Kita lihat terjadi pelemahan di regional dan juga di Indonesia. Saya ingin sampaikan bahwa kondisi yang berkembang di dunia sudah kita antisipasi dari 6 bulan sebelum ini,” kata Agus.

Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual menilai, penguatan dolar AS yang menyebabkan rupiah melemah terjadi akibat banyaknya masyarakat Indonesia yang masih gemar melakukan transaksi di dalam negeri menggunakan mata uang dolar.

“Ini terkait perilaku masyarakat kita yang masih banyak menggunakan dolar dalam transaksinya,” kata David kepada detikFinance, Jumat (19/9/2014).

Dia menjelaskan, saat ini masih banyak masyarakat di Indonesia bertransaksi di dalam negeri menggunakan mata uang dolar seperti di sektor pariwisata, sekolah internasional, wilayah perbatasan, pelabuhan, dan lain-lain. Ini mendorong masyarakat menyediakan dolar dalam jumlah tinggi sehingga membuat rupiah melemah.

Padahal, David mengungkapkan, dalam Undang-Undang (UU) Mata Uang sangat jelas disebutkan pelarangan penggunaan dolar dalam transaksi di dalam negeri. Untuk itu, perlu adanya tindakan dan campur tangan tegas dari pihak berwenang untuk menertibkan hal tersebut. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL