settleTepi Barat, LiputanIslam.com–Sebuah dokumen rahasia Israel menyebutkan bahwa salah satu pemukiman pertama Israel di Tepi Barat dibangun dengan alasan palsu dan ditujukan untuk menyalahi aturan internasional.

Dokumen itu berasal dari sebuat pertemuan pada tahun 1970 yang diselenggarakan di kantor Menteri Hubungan Militer Israel, Moshe Dayan. Pertemuan tersebut dihadiri beberapa politisi, pegawai negeri sipil, dan pemimpin militer untuk mendiskusikan rencana pembangunan pemukiman Kiryat Arba di Tepi Barat.

Berdasarkan laporan dari notulen rapat yang terungkap dalam dokumen itu, para partisipan bersepakat membangun 250 rumah dengan klaim untuk “alasan keamanan”. Rencana itu, menurut dokumen tersebut, dijalankan sebagai berikut, “..kita akan memberitahukan kepada Walikota Hebron bahwa kita mulai membangun perumahan di pangkalan militer untuk persiapan musim salju.”

Pada tahun 1971, warga Israel pertama yang pindah ke kawasan pendudukan telah diberi rumah di Kiryat Arba.

Pembangunan permukiman tersebut telah melanggar aturan internasional karena kawasan itu direbut Israel di perang tahun 1967.  Konvensi Geneva telah melarang pembangunan di atas tanah pendudukan. Sementara itu, berdasarkan informasi aktivis HAM, penggunaan “alasan militer” itu sudah beberapa kali dilakukan Israel untuk mendirikan pemukiman ilegal.

Saat ini, lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di 230 pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan kawasan Tepi Barat dan Yerusalem al-Quds. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL