Gaza, LiputanIslam.com—Luka yang diderita demonstran Gaza dalam aksi Great March of Return akibat tembakan tentara Israel lebih parah dari biasanya dibandingkan peristiwa bentrokan yang sama pada 2014 lalu. Demikian kesaksian para dokter yang melayani korban tembakan di Gaza.

“Setengah dari 500 pasien yang dibawa ke klinik kami mengalami luka di mana peluru benar-benar merusak jaringan setelah melumatkan tulang,” kata  Marie-Elisabeth Ingres, kepala organisasi bantuan medis Doctors Without Borders (MSF) di Palestina, pada minggu lalu.

Organisasi medis internasional ini menyatakan bahwa dokter-dokter mereka merawat sejumlah pasien Palestina dengan “luka yang luar biasa parah” yang harus menjalani “operasi bedah yang rumit.”

Menurut laporan, mayoritas korban ini akan menderita cacat fisik jangka panjang, dan beberapa mungkin “harus diamputasi jika tidak diberikan perawatan yang cukup Gaza.” Para petugas medis melaporkan bahwa luka tembak masuk yang dialami korban “bisa sebesar kepalan tangan.”

Badan bantuan asal Inggis, Medical Aid for Palestinians (MAP), yang beroperasi di Tepi Barat dan Gaza, juga menyatakan kekhawatiran.

“Peluru yang digunakan menyebabkan luka yang tidak pernah dilihat oleh petugas medis lokal sejak 2014. … Luka tembak keluar bersifat menghancurkan, karena menyebabkan … penghancuran jaringan lunak,” sebut MAP, mengutip dokter bedah di lapangan pada minggu lalu.

Luka-luka ini akan menyebabkan berbagai penyakit sampingan, seperti sepsis, gangrene, osteomyelitis dan mungkin juga berakhir dengan amputasi.

“Banyak korban luka ini akan harus menanggung konsekuensi penyakit sepanjang hidup mereka,” kata CEO MAP, Aimee Shalan. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*