Pelajar Indonesia asal Jatim di Yaman

Pelajar Indonesia asal Jatim di Hadramaut

Tarim, LiputanIslam.com – Rencana Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menutup lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Dolly, mendapatkan dukungan dari pelajar Indonesia di Hadramaut (Yaman). Jumat (30/05), sekitar 70 pelajar Jawa Timur di Hadramaut yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Jawa Timur menggelar doa bersama dalam rangka menyambut bulan suci Sya’ban. Acara ini juga menjadi ajang sambung doa demi kelancaran rencana Walikota Surabaya untuk menutup Dolly tanggal 19 Juni mendatang.

Sebagaimana telah diberitakan berbagai media nasional, di kawasan Dolly terdapat sekitar 400 wisma (rumah yang menyediakan pelayanan seks), dengan jumlah PSK mencapai 1.025 orang. Dalam sehari, uang yang berputar mencapai kisaran 400 juta rupiah. Menurut walikota Risma, sedikitnya ada tiga hal yang menjadi alasan penutupan Dolly. Pertama, letak lokalisasi yang berbaur dengan pemukiman masyarakat umum. Kedua, peraturan daerah yang melarang perdagangan manusia. Ketiga, dampak sosial bagi anak-anak yang tinggal di sekitar lokalisasi sangat buruk.

“Banyak pelaku kejahatan, khususnya perdagangan manusia yang dilakukan oleh anak-anak yang tinggal di Dolly,” terangnya, sebagaimana dikutip Sindonews (8/5/2014).

Sebelum penutupan lokalisasi Dolly dilakukan, Pemkot Surabaya gencar memberi pelatihan bagi para mucikari, maupun para wanita penghibur, seperti pelatihan memasak, menjahit, dan keterampilan lainnya untuk bekal mandiri atau berwiraswasta.

Langkah Risma ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan para ulama atau tokoh agama. Tak ketinggalan, pelajar Jawa Timur di Hadramaut pun memberikan dukungannya.

Ketua Perkumpulan Pelajar Jatim, Izudin Mufian, mengatakan, “Ini merupakan wujud dari kepedulian dan kontribusi kita sebagai pelajar Jawa Timur untuk mendukung kebijakan pemerintah Surabaya dalam membasmi kemaksiatan.”

Izudin berharap pemerintah Surabaya tetap melanjutkan program penutupan Dolly meskipun ada sebagian pihak yang menentang kebijakan tersebut. Menurutnya, rencana baik memang tak selamanya mendapat jalan yang mulus.

“Kita selalu mendukung kebijakan Bu Risma dan kawan-kawan!” tegas Izudin. Acara doa bersama ini juga dihadiri ketua PPI Hadramaut serta perwakilan dari masing-masing daerah. (Adly Al-Fadlly)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL