mh172New York, LiputanIslam.com — Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang tentang penyelidikan kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17, hari Jumat (19/8). Demikian informasi yang disampaikan perwakilan Rusia untuk PBB, Rabu (17/9), sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia, RIA Novosti.

Dalam sidang itu akan dibahas tentang implementasi Resolusi DK PBB nomor 2166 yang memerintahkan dilakukannya gencatan senjata di sekitar lokasi kecelakaan. Sementara yang terjadi, pertempuran masih saja berlangsung sehingga menghambat penyelidikan.

Pesawat MH17 jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina timur tanggal 17 Juli lalu, menewaskan 298 penumpang dan awaknya.

Penyebab jatuhnya pesawat ini masih simpang siur, meski “kotak hitam” yang merekam data penerbangan telah ditemukan dan kini berada di Inggris untuk dianalisa. Ukraina dan negara-negara barat telah menuduh pemberontak yang didukung Rusia sebagai pihak yang bertanggungjawab atas musibah itu, meski tidak memiliki bukti konkrit tentang tuduhan tersebut.

Pemberontak membantah sebagai pelaku penembakan dengan alasan tidak memiliki senjata yang mampu menembak pesawat yang terbang pada ketinggian 30.000 kaki. Sebaliknya Rusia menuduh Ukraina sebagai penanggungjawab kecelakaan berdasar bukti gambar satelit yang menunjukkan keberadaan pesawat tempur Ukraina yang membuntuti pesawat MH17 beberapa saat sebelum pesawat itu jatuh.

Pada tanggal 9 September lalu Badan Keselamatan Belanda yang ditunjuk sebagai pemimpin penyelidikan mengumumkan bahwa pesawat MH17 jatuh akibat tumbukan beberapa benda berkekuatan besar. Namun benda apakah itu dan siapa yang menembakkannya, masih belum bisa diketahui dan hanya akan diumumkan setelah penyelidikan secara keseluruhan selesai tahun depan.

Rusia mengecam keras hasil penyelidikan sementara itu sebagai penyelidikan yang tidak valid yang menyembunyikan banyak fakta-fakta penting.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL