masmh370Sydney, LiputanIslam.com — Pesawat Malaysia Airlines MH370 diyakini terbang secara otopilot (terbang sendiri tanpa dikendalikan oleh pilot) sebelum kehabisan bahan bakar dan jatuh di Samudra Hindia. Diduga tempat jauhnya MH370 beberapa ratus kilometer di sebelah selatan dari dugaan lokasi awal.

Demikian keterangan pejabat berwenang Australia, Kamis (26/6) sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris Reuters.

Analisis baru ini muncul setelah lebih dari 100 hari MH370 hilang bersama 239 penumpang dan awaknya dalam penerbangan antara Kualalumpur-Beijing tanggal 8 Maret 2014 lalu.

Para panyelidik mengatakan bahwa pesawat telah dengan sengaja dibelokkan hingga ribuan kilometer dari rute seharusnya sebelum akhirnya jatuh di bagian selatan Samudra Hindia.

Pencarian sempat memberikan harapan bulan April lalu setelah satelit pemantau mendeteksi beberapa tanda “ping” yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat. Namun sebulan kemudian para penyidik mengakui tanda “ping” itu bukan berasal dari kotak hitam pesawat.

“Prioritas area baru masih difokuskan pada tanda panah ketujuh, dimana komunikasi terakhir pesawat terdeteksi. Kami kini memindahkan lokasi pencarian ke area baru di bagian selatan,” kata Deputi Perdana Menteri Australia Warren Truss kepada pers di Canberra.

Truss mengatakan bahwa area tersebut ditetapkan sebagai area pencarian setelah dilakukan penilaian kembali terhadap data-data satelit, informasi-informasi radar serta daya jelajah pesawat setelah pesawat menyimpang dari jalurnya.

“Sangat-sangat mungkin bahwa pesawat itu terbang secara otopilot. karena kalau tidak ia akan mengikuti jalur seharusnya yang telah teridentifikasi melalui satelit,” kata Truss.

Pencarian selanjutnya kemungkinan akan dilangsungkan Agustus selama setahun, meliputi 60.000 km persegi, dengan biaya mencapai $56 juta. Biaya pencarian sebesar itu adalah biaya pencarian pesawat hilang terbesar sepanjang sejarah penerbangan.

Area baru terletak sekitar 2.000 km sebelah barat kota Perth. Wilayah ini merupakan wilayah terpencil karena jauh dari pemukiman manusia dan angin serta ombak yang besar.

2 kapal pencari, 1 dari Cina dan 1 lagi dari perusahaan pelayaran Belanda Fugro, kini tengah memetakan dasar laut Samudra Hindia yang diyakini sebagai lokasi jatuhnya MH370.

Sebuah tender yang diikuti perusahaan-perusahaan swasta untuk menggelar operasi pencarian bawah laut, ditutup hari Senin (23/6).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL