turis singapuraSingapura, LiputanIslam.com — Beberapa warga Singapura yang hendak berwisata ke Batam, ditolak oleh patugas imigrasi setelah melakukan tindakan yang dianggap mengganggu, yaitu ribut di dalam antrian. Akibatnya mereka pun menyatakan kekecewaannya.

“Saya ke sana (Batam) untuk berlibur. Mengapa saya tidak boleh membuka mulut saya?” kata seorang warga Singapura yang diusir petugas imigrasi Batam kepada Straits Times. “Saya hanya melakukan “chit-chatting” dengan teman saya,” tambahnya.

Sebagaimana laporan Straits Times, Rabu (20/8), para turis asal Singapura yang hendak masuk ke Batam diharuskan tenang dan tidak ribut saat mengantri di depan petugas imigrasi, atau diusir pulang kembali ke negaranya.

Beberapa tanda yang menggambarkan jari telunjuk menutup bibir kini telah dipasang di Terminal Feri Batam Center. Sementara sebuah laporan menyebutkan sebanyak 50 turis asal Singapura telah diusir pulang karena berbicara terlalu keras.

Seorang warga Singapura mengatakan kepada Straits Times, seorang turis bahkan diusir pulang meski beberapa anggota keluarganya telah masuk ke Batam. Sementara seorang warga menulis di akun Twitternya: “Memangnya mereka petugas perpustakaan?”

Kepala imigrasi Batam Irwanto Suhaili mengatakan kepada Straits Times bahwa peraturan tersebut dibutuhkan agar petugas imigrasi bisa memberikan instruksi yang jelas kepada para turis.

Dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam dan ongkos yang relatif murah sekitar $40 pulang-pergi, kapal feri cepat merupakan angkutan favorit warga Singapura yang hendak bepergian ke Batam untuk berwisata maupun bekerja.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL