srilankan airlinesColombo, LiputanIslam.com — Pemerintah Sri Lanka memerintahkan dilakukannya penyelidikan terhadap maskapai penerbangan nasional Sri Lankan Airlines setelah menuduh perusahaan itu mengidap ‘budaya korupsi’.

Sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri menyebutkan bahwa penyelidikan awal menemukan adanya ‘kebocoran keamanan besar’ pada maskapai penerbangan itu. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Minggu (5/4).

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan adanya penyimpangan dalam proyek pembelian 10 pesawat penumpang senilai $2,3 miliar yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Ini merupakan satu dari rangkaian penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan pemerintahan mantan Presiden Mahinda Rajapaksa. Baru-baru ini aparat keamanan menyita puluhan mobil mewah di suatu gudang yang ditinggalkan. Mobil-mobil itu disebut-sebut dimiliki secara tidak syah oleh Rajapaksa dan para pejabatnya saat berkuasa.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Perdana Menteri  Ranil Wickremesinghe, regim Rajapaksa dituduh telah melakukan perubahan menejemen maskapai penerbangan itu untuk memaksakan dilakukannya pembelian 10 pesawat tersebut meski ada alternatif lain yang lebih efisien.

Mantan CEO Sri Lankan Airlines, Nishantha Wickramasinghe, juga disebut-sebut dalam pernyataan tersebut dan dituduh melakukan ‘penyalahgunaan kekuasaan yang kotor’.

Wickramasinghe, yang tidak lain adalah saudara ipar Rajapaksa juga dituduh melakukan ‘kerusakan reputasi dan memalsukan dokumen-dokumen untuk membeli mobil-mobil sport mewah.

Rajapaksa berkuasa sebagai presiden sejak tahun 2005 hingga kalah melawan Maithripapa Srisesa dalam pemilu bulan Januari lalu.

Minggu lalu salah seorang saudara Srisesa meninggal setelah diserang dengan kampak. Meski polisi menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan murni, namun spekulasi berkembang hal itu merupakan buntut dari persaingan dengan Rajapaksa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL