al jazeera americaWashington DC, LiputanIslam.com — Jaringan televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar akhirnya menutup cabangnya di AS, AJAM, setelah ditinggalkan pemirsanya dan dilanda konflik internal.

Seperti dilaporkan Press TV hari ini (14/1), Direktur AJAM (Al Jazeera America) Al Anstey mengatakan dalam sebuah memo, Rabu (13/1), bahwa stasiun televisi itu akan menutup siaran TV kabel dan digitalnya pada 30 April mendatang.

Menurut Anstey, keputusan itu dipengaruhi oleh fakta bahwa bisnis yang dijalani selama ini tidak lagi sesuai dengan pasar media massa di AS. Ia juga menyebut keputusan itu akan menimbulkan ketidak puasan massal bagi banyak orang yang telah bekerja lama dan tanpa lelah selama ini.

Menjadi bagian dari Al Jazeera Media Network, AJAM selama ini mengklaim sebagai ‘berbeda dengan yang lain, program-program kami terbukti Al Jazeera America akan berdasar pada fakta-fakta, tidak bias serta mendalam,” demikian CEO AJAM Ehab Al Shihabi mengatakan tahun 2013, ketika media itu mulai beroperasi.

Menurut CNN Money hanya 20.000 hingga 40.000 pirsawan yang menyaksikan program-program AJAM pada saat ‘waktu utama’ (prime time).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL