Washington, LIputanIslam.com–Mem Fox adalah seorang penulis anak dan pendidik literasi asal Australia. Kepada kantor berita theguardian.com, Fox menceritakan pengalaman traumatisnya saat ditahan di imigrasi AS di bandara Los Angeles.

Fox bercerita, petugas bandara mengira dirinya bekerja di Amerika dan memiliki visa palsu. Padahal, Fox hanya diundang ke sebuah konferensi literasi untuk memberikan pidato pembuka.

“Jadi, saya dibawa ke sebuah ruangan yang berisi 20 orang,  saya berada di sana selama satu jam 40 menit, dan selama 15 menit saya diinterogasi… Telepon genggam tidak boleh digunakan, dan siapapun yang kedapatan menggunakan HP, seorang petugas berdiri di depannya dan meneriakinya: ‘Jangan mamakai HP itu!’ Semua hal diteriaki oleh petugas di depan publik… dan itu membuat saya malu menjadi manusia.”

“Terdapat seorang wanita Iran di kursi roda, umurnya sekitar 80 tahun, dan mereka meneriakinya– ‘Arab? Arab? ARAB?’ Wanita tersebut akhirnya mengerti apa yang dimaksud, lalu menjawab ‘Farsi’. Lalu ada seorang wanita dari Taiwan, ia ditanyai bagaimana ia menghasilkan uang, namun ia tidak mengerti. Si petugas terus meneriakinya: ‘Di mana kamu mendapatkan uang? Tumbuh dari pohon ya? Jatuh dari langit, ya?’ Itu sangat mengerikan.”

Fox bercerita bagaimana ruangan tersebut tidak dilengkapi toilet, tidak ada air, padahal ada seorang wanita yang membawa bayi.

“Ketika saya dipanggil, saya sedang membaca buku, sehingga saya tidak mendengar panggilan mereka. Dan seorang petugas mendatangi saya mengatakan: ‘Mereka memanggil Fox.’ Saya tidak tahu ruang mana yang harus saya masuki, dan seorang pria bersenjata muncul di depan saya dan berteriak: ‘Bukan, bukan di sana, di sini!’ Saya minta maaf secara sopan dan bilang bahwa saya terlalu tenggelam membaca buku. Dan dia bilang: ‘Apa yang Anda harapkan? Berdiri di sini sampai Anda menyelesaikan buku Anda?!’ dengan suara keras.”

Fox kemudian diinterogasi dengan cara yang menurutnya ‘menyeramkan’. Si petugas dilihatnya berusia muda, mungkin setengah dari usia Fox sendiri.

“Saya orang tua– dan saya berdiri sepanjang waktu. Sikap bermusuhan dan dan kekerasan mereka sangat menakutkan. Saya harus menekan dada saya agar jantung saya berhenti berdetak keras-keras.”

Para petugas tersebut tidak merasa menyesal sama sekali. Ketika interogasi selesai dan Fox diyakini tidak bersalah, petugas tersebut hanya mengatakan: “Senang bertemu Anda Miss Fox.”

“Pada saat itu, saya benci Amerika. Saya benci seluruh negara itu. Saat itu adalah kunjungan saya ke-117 di AS jadi saya tahu kebanyakan orang baik hati dan hangat. Mereka sangat mengagumkan selama ini.”

“Saya mengerti bahwa orang-orang ini mungkin tidak dilatih dengan baik, namun mereka sudah gila. Mereka membuat saya hancur, terluka, seorang wanita tua yang tak punya harapan. Padahal saya lancar berbahasa Inggris. Saya terus berpikir jika hal ini terjadi kepada saya yang berkulit putih, berbahasa Inggris, dan berpendidikan, apa yang terjadi kepada orang-orang yang tak punya kekuatan yang saya miliki?” (ra/)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL