pasukan isisMakhmour, LiputanIslam.com — Pasukan Peshmerga Kurdi semakin mengukuhkan kekuatannya pasca berhasil mengambil alih sebagian besar wilayah yang dalam pertempuran melawan teroris Takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sebagaimana laporan Press TV, 7 September 2014. Atas perlawanan ini, teroris ISIS terdesak dari Kota Makhmour, yang terletak sekitar 100 kilometer dari Mosul.

Makhmour adalah sebuah kota yang dihuni oleh masyarakat mayoritas etnis Kurdi, dan sedikit Turkmen, jatuh ke tangan ISIS pada tanggakl 8 Agustus silam. ISIS menguasai kota tersebut selama dua hari, yang memicu pasukan Kurdi bangkit melawan. Jet tempur AS juga turut memborbadir Makhmour. (Baca juga: Al-Shabab Angkat Pemimpin Baru

Sementara itu, pasukan Kurdi Irak telah berjuang habis-habisan untuk kembali merebut kota-kota yang dikuasai ISIS di wilayah al-Khazar, Propinsi Naniveh. Sejauh ini, pasukan Irak dan Kurdi berhasil mengontrol desa Baride, Kani Kawan, Sewidan dan Ashqalan.

Mereka juga telah menyita kawasan strategis Gunung Zartak, yang menghadap kota historis Kristen yaitu Bashiqa dan Bartella di distrik al-Hamdaniya. Bulan lalu, kota ini dikuasai ISIS yang mengakibatkan puluhan ribu orang mengungsi.

Lebih lanjut, laporan menyatakan bahwa pasukan Irak dan Kurdi juga telah berhasil mengepung Bashiqa, dan bergerak sekarang maju pada pusat kota tersebut. (Baca juga: Antara Iran dan Sudan, Ada Apa?)

“Didukung oleh serangan udara AS, pasukan Irak dan Kurdi maju perlahan-lahan ke dalam distrik Hamdaniya. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengamankan kembalinya penduduk minoritas ke desa mereka, terutama untuk orang-orang Kristen, Turkmens dan Izadi Kurdi. Keberanian ISIS tengah menurun akibat banyaknya diantara mereka yang tewas, termasuk Komandan Bapier Suleiman,” ujar anggota Parlemen Kurdi kepada Press TV. (Baca juga: Iran Paksa Turun Pesawat Pembawa 100 Tentara AS)

Pasukan Irak dan Peshmerga berencana untuk mengepung kota strategis Mosul yang  tengah dikuasai ISIS sejak bulan Juni lalu. Namun gerakan mereka terhambat oleh banyaknya alat peledak yang ditanam.

Sedangkan di Salahuddin, pasukan Irak dan para pejuang relawan bergerak menuju kota Tikrit, yang terletak 140 kilometer barat laut dari ibukota, Baghdad. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL