bantuan pbbDamaskus, LiputanIslam.com — PBB dan Bulan Sabit Merah akhirnya menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke kota Homs, Suriah, setelah mendapat serangan dari kelompok-kelompok bersenjata tak dikenal, Sabtu (8/2). Meski demikian kedua lembaga tersebut bertekad untuk meneruskan upaya pemberian bantuan kepada penduduk yang terjebak dalam pertempuran.

Sebanyak 4 anggota Bulan Sabit Merah dan seorang pengemudi truk pengangkut bantuan mengalami luka-luka setelah mendapat serangan mortir saat konvoi berjalan menuju Homs.

Wakil Sekjen PBB untuk masalah kemanusiaan sekaligus koordinator bantuan darurat,
Valerie Amos mengatakan kepada pers, Sabtu (8/2): “Saya sangat kecewa bahwa tiga hari gencatan senjata untuk pemberian bantuan kemanusiaan yang telah disetuji kelompok-kelompok yang bertikai, telah dihancurkan hari ini dan para pekerja kemanusiaan secara sengaja menjadi sasaran serangan.”

Setelah terjadinya serangan tersebut, konvoi bantuan kemanusiaan pun segera meninggalkan Homs karena khawatir terjadi serangan-serangan susulan yang membahayakan misi kemanusiaan. Namun demikian Amos menyatakan pihaknya akan terus berusaha untuk menyalurkan bantuan ke Homs.

“PBB dan partner-partner kami tidak akan mundur dari upaya melakukan hal terbaik untuk mengirimkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Amos menambahkan.

Amos menyebut insiden serangan yang terjadi sebagai penanda bahwa para pekerja kemanusiaan pun selalu menghadapi bahaya setiap harinya di Suriah.

Media-media lokal dan pemerintah menuduh para pemberontak sebagai pelaku serangan. Televisi nasional Suriah menayangkan pernyataan Gubernur Homs Talal al-Barazi yang menyebutkan bahwa 2 truk pengangkut bantuan telah memasuki kawasan tua kota Homs sebelum pemberontak menembakkan mortir ke arah jalur pengangkutan dan memaksa kendaraan-kendaraan lain berbalik arah.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL