Blok Mahakam

Blok Mahakam

Jakarta, LiputanIslam.com — Setelah Dwi Soetjipto diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina, bagaimana nasib Blok Mahakam? Pertanyaan itu kembali menyeruak. Seperti diketahui, Blok Mahakam yang selama ini dikelola oleh perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie, akan habis masa kontraknya pada 2017. Bagaimana tanggapan Dwi?

“Kemarin Sabtu malam kami bertemu dengan manajemen yang lama. Disampaikan isu-isu, salah satunya Mahakam. Kawan-kawan sudah melakukan studi sampai kepada posisi bagaimana sampai mengambil alih Blok Mahakam. ‎Kami akan cek kembali agar benar-benar kalau mau ambil alih itu rencana yang lebih baik,” tuturnya.

Dari laporan detik.com. sebelumnya eks Pelaksana Tugas Dirut Pertamina M Husen sempat mengirim surat kepada Menteri ESDM Sudirman Said. Surat itu berisi kesiapan Pertamina mengelola Blok Mahakam.

“Kami telah mengirimkan surat kepada pemerintah c.q. Menteri ESDM yang pada intinya menegaskan bahwa Pertamina memiliki kemampuan untuk mengelola Blok Mahakam 100% pasca berakhirnya kontrak pada 2017. Kami sangat berharap agar pemerintah dapat memutuskan segera penetapan Pertamina sebagai pengelola Blok Mahakam agar ada transisi operasi yang cukup,” sebut Husen.

Hal senanda juga disampaikan oleh Presiden Direktur Pertamina EP Ardiansyah. Ia mengatakan eksplorasi yang dilakukan Pertamina di dalam negeri saat ini masih kecil, yaitu hanya menguasai sekitar 20 persen dari total produksi minyak di dalam negeri. Untuk itu, ia pun menyatakan Pertamina siap mengelola Blok Mahakam 100 persen.

“Kalau saya dari hulu menyatakan, ya kita siap,” kata dia, Jumat, 28 November 2014, seperti dilansir metrotvnews.com.

Ia mengatakan Pertamina akan mampu mengelola Blok Mahakam 100 persen seperti yang telah mereka buktikan dengan berhasil mengelola Blok West Madura Offshore (WMO) dan Offshore North West Java (ONWJ). Strategi pengelolaan Blok Mahakam, kata dia, tidak akan jauh berbeda dengan strategi mengelola blok WMO dan ONWJ.

“Apabila pemerintah segera memutuskan terkait pengelolaan Blok Mahakam, persiapan yang dilakukan oleh Pertamina bisa semakin baik,” paparnya.

Dengan aset yang besar semacam Blok Mahakam perlu waktu 3 sampai 5 tahun untuk masa transisi dari pengelola sebelumnya, yaitu Total ke Pertamina.

“Jika tahun 2017 pengelolaan diserahkan ke Pertamina, Pertamina harus mulai masuk ke Mahakam sesegera mungkin, kalau perlu sekarang. Dengan persiapan yang lebih lama, diharapkan produksi yang dihasilkan tidak turun pada masa awal transisi,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL