Washington, LiputanIslam.com – Beberapa hari sebelum dipecat Trump, Direktur FBI (Badan Penyelidik AS), James Comey, telah menyelidiki kasus kongkalingkong Trump dengan Rusia. Di hadapan anggota parlemen, Comey menyatakan bahwa dia telah mencari banyak sumber untuk menemukan bukti campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016 lalu. Demikian dilansir kantor berita Reuters pada Rabu (10/5).

 

Trump memecat Comey pada Selasa (9/5) lalu setelah menghadapi banyak kritikan dari anggota parlemen, baik Demokrat maupun Republik.

Pasca pemecatan Comey, Trump bertemu dengan Menlu Rusia di Gedung Putih hari Rabu. Di hadapan wartawan ia membela keputusannya itu serta mengecam para pengkritik, bahkan menyebut orang-orang dari Partai Demokrat sebagai “para munafik”.

Dalam surat perpisahan kepada para bawahannya, Comey, yang dahulu ditunjuk oleh mantan Presiden Barack Obama, mengatakan bahwa dia telah lama percaya bahwa seorang presiden dapat memecat seorang Direktur FBI dengan alasan tertentu, atau bahkan tanpa alasan sekalipun.

Ia menambahkan bahwa dia tidak akan menghabiskan waktunya untuk memikirkan keputusan ataupun alasan Trump dalam memecatnya. Namun Partai Demokrat menuduh bahwa pemecatan Comey dimaksudkan untuk menghalangi FBI melanjutkan penyelidikannya terkait campur tangan Rusia dalam pemilu AS.

Sumber dari Kongres mengatakan bahwa sebelum dipecat Comey meminta Departemen Kehakiman untuk menyediakan sumber-sumber  tambahan dalam penyelidikan masalah tersebut. Selain itu, Comey telah meminta dukungan Wakil Jaksa Agung, Rod Rosenstein, minggu lalu, dalam menyediakan sumber-sumber penyelidikan untuk FBI.

Dianne Feinstein, seorang anggota parlemen Komite Kehakiman Senat dari Partai Demokrat membenarkan informasi tersebut di hadapan para wartawan. (AL/Reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL