Washington, LiputanIslam.com–Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo, menyatakan secara terbuka bahwa pemerintah AS telah kembali “mencuri rahasia-rahasia.” Pernyataan ini berkebalikan dengan apa yang disampaikan oleh direktur CIA sebelumnya.

“Kami kembali bekerja untuk mencuri rahasia-rahasia,” ujar Pompeo kepada wartawan pada Selasa (23/05/17), seperti dilansir dari Politico.

Pompeo kemudian menuturkan bahwa Presiden Donald Trump telah meminta agensinya untuk melakukan pendekatan yang lebih kuat dalam mencuri data-data rahasia.

“Presiden memperbolehkan CIA untuk bergerak lebih agresif,” tuturnya.

Pernyataan blak-blakan Pompeo ini kontradiktif dari direktur pendahulunya, John Brennan, yang menyatakan bahwa AS “tidak mencuri rahasia” di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama.

“Kami membuka, kami menemukan, mengungkap, mengumpulkan, mendapatkan [informasi rahasia],” ujar Pampeo.

Pompeo menyatakan hal ini setelah Brennan menuduh Trump memiliki hubungan Rusia dalam kempanye presiden 2016.

“Ini seharusnya sudah jelas bahwa Rusia mengintervensi proses pemilu kita,” kata Brennan, meski dia mengaku bahwa belum ada bukti mengenai tuduhan tersebut.

Trump telah mendapat banyak tekanan dari pejabat Demokrat maupun Republik untuk mengakui hubungannya dengan Kremlin. Rusia sendiri telah berkali-kali menyangkal tuduhan tersebut.

Situasi kembali memanas setelah Trump dilaporkan meminta mantan penasehatnya, Marc Kasowitz, untuk menjadi pengacara pribadinya dalam isu hubungannya dengan Rusia. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL