Washington, LiputanIslam.com–Keputusan dramatis Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Suriah tidak berdasarkan  rasa simpatinya terhadap para korban senjata kimia. Demikian kata mantan dubes AS untuk Arab Saudi, J. Michael Springmann, dalam wawancara dengan Press TV, Minggu (9/04/2017)

“Trump mengekspresikan rasa simpatinya untuk anak-anak Suriah berdasarkan informasi dari White Helmets, sebuah kelompok yang bekerjasama dengan al-Qaeda and al-Nusra dan kelompok lain yang mencoba menjatuhkan pemerintah Suriah,” kata Springmann.

“Dia tidak peduli dengan anak-anak Palestina yang diserang dengan gas, dibom, dan dihanguskan dengan fosfor putih.. dan tidak peduli juga dengan anak-anak Yaman, dia bekerjasama dengan Saudi untuk menghancurkan salah satu negara termiskin di kawasan Arab,” ucapnya.

Trump pada Jumat lalu memerintahkan serangan militer ke pangkalan udara Suriah di provinsi Homs.

Ahli kebijakan luar negeri menilai, serangan AS ini dilakukan untuk menggiring perhatian dari masalah-masalah dalam negeri yang dihadapi Trump, dari isu interfensi Rusia di pemilu 2016, jaminan kesehatannya yang gagal, sampai kontroversi larangan perjalanan ke AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL