din syamsuddinArafah, LiputanIslam.com—Ketua Umum MUI, Prof. Dr. Din Syamsuddin, menyeru jamaah haji dan umat Islam Indonesia untuk menjadikan sikap “sami’na wa atho’na” sebagai budaya umat Islam Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Khutbah Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1435 H (3/10/ 2014).

Menurut Din, jika sami’na wa atho’na menjadi budaya beragama, maka umat Islam di Indonesia akan menjadi umat memakmurkan masjid, baik untuk ibadah maupun untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan muamalat umat. Dengan cara itu, permasalahan umat Islam dalam berbagai bidang kebudayaan seperti sosial, pendidikan, ekonomi, bahkan politik akan dapat dibicarakan dan kemudian diatasi.

Lebih lanjut Din mengatakan,”Jika sami’na wa atho’na menjadi budaya, maka umat Islam akan menjadi umat yang berlomba-lomba mengeluarkan zakat, infak dan sedekah, sehingga triliunan rupiah akan dapat terkumpulkan. Sebagai hasilnya, jutaan fakir miskin dan kaum dhuafa dapat tersantuni dan terberdayakan, ribuan sekolah, madrasah, dan universitas akan dapat terbangunkan, ratusan bahkan ribuan lembaga keuangan kecil dan besar dapat didirikan, maka fenomena kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan akan hilang dari kehidupan umat Islam di Indonesia, negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.”

Konsep sami’na wa’atho’na juga bermakna menaati perintah Allah SWT untuk menjadi ummatan wasathan atau “umat tengahan” dan khaira ummah atau “umat terbaik”.

Dalam teks khutbahnya yang dimuat dari laman resmi Departemen Agama, Din mengatakan bahwa bila umat Islam menjadi ‘umat tengahan’, umat Islam di Indonesia akan menjadi umat yang hidup dalam kerukunan dan penuh kasih sayang. Indonesia pun akan damai karena rakyatnya hidup rukun bersama walaupun berbeda suku dan agama.

Lebih jauh lagi, Din mendefinisikan ‘khaira ummah’ atau umat terbaik adalah umat yang senang berlomba-lomba dalam kebaikan dan meningkatkan kualitas diri. Bila itu dilakukan, maka, umat Islam di Indonesia akan menjadi umat yang tidak hanya besar dalam jumlahdan bilangan, tapi juga besar dalam mutu dan kualitas.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL