muktamar muhammadiyah1Makassar, LiputanIslam.com–Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai pemerintah membuka lebar jalan bagi pengaruh asing masuk ke Indonesia. Hal ini disampaikannya pada pidato iftitah di Sidang Pleno I Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (3/8/2015).

Mengawali kritiknya, Din menyoroti pertumbuhan pusat ekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik. Kekuatan-kekuatan ekonomi dunia, kata Din, mengalihkan perhatian ke Asia Timur, termasuk Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang kaya raya. Indonesia, masih kata Din, menjadi obyek tarik menarik atau rebutan kekuatan-kekuatan adidaya tadi.

“Dinamika regional dan global tersebut tentu membawa dampak domestik. Persaingan global kini merambah ranah domestik yang menampilkan komprador-komprador pihak asing baik perorangan maupun kelompok. Umat Islam, jika tidak siap, akan terkena imbas bahkan sasaran persaingan itu,” kata Din seperti dikutip Detik.com.

Sayangnya, pemerintah yang diharapkan dapat menampilkan fungsi melindungi dan melayani ternyata tidak cukup aktif dan efektif dalam melakukan aksi-aksi keberpihakan. Bahkan, yang terjadi adalah pemerintah membuka jalan dan pintu lebar bagi pengaruh asing tersebut,” sambung Ketua MUI ini.

Celakanya, sambung Din lagi, intervensi asing yang masuk ke Indonesia mempengaruhi proses legislasi dan penentuan kebijakan pemerintah, seperti terbukti pada banyaknya regulasi yang berpihak pada kepentingan asing. (dw)

“Kendala besar Dakwah Pencerahan (tanwir) adalah adanya ‘Dakwah Penggelapan’ (tazhlim) dalam berbagai manifestasinya. ‘Dakwah’ terakhir ini menghasilkan kemungkaran teroganisasi yang membawa kerusakan serius dalam kehidupan umat dan bangsa,” ujar Din.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL