LiputanIslam.com – Situs Jurdil2019.org maupun situs Jurdil2019.net adalah situs yang mengaku lembaga survei dan menampilkan hasil survei quick count mereka kepada publik. Hasil quick count lembaga ini berbeda dengan hasil quick count mayoritas lembaga survei terdaftar KPU.

Hasil quick count lembaga Jurdil memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Hal ini menjadikan masyarakat makin resah karena polemik lembaga quick count pada pemilu 2019. Lembaga ini pun mengancam KPU jika dirasa ada kecurangan hasil real count.

Sebelumnya, KPU hanya membolehkan 40 lembaga survei terdaftar untuk mengumumkan hasil quick count mereka. Lembaga tersebut tidak masuk dalam 40 lembaga tersebut. Sehingga tidak memiliki izin untuk mengumumkan hasil quick count.

Atas permintaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir situs tersebut.

Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, menyatakan bahwa pihaknya memblokir situs web tersebut karena dinilai melanggar izin.

Awalnya dua situs tersebut mendaftar kepada Bawaslu sebagai situs pemantau pemilu. Namun praktiknya malah menyebarkan hasil perhitungan suara pemilu.

“Ternyata situs itu menyebarkan informasi seputar hasil perhitungan suara, sehingga terjadi pelanggaran,” ujar Ferdinandus saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (21/4). (Ayu/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*