roussef nevesBrasilia, LiputanIslam.com — Presiden inkumben Dilma Rousseff memenangkan pilpres Brazil yang digelar Minggu (5/10). Namun karena raihan suaranya kurang dari 50% maka ia harus mengikuti putaran kedua yang akan digelar tanggal 26 Oktober mendatang.

Dilma Rousseff (66 tahun) berhasil meraih suara 42% dan akan menghadapi rival terdekatnya, Aecio Neves yang meraih suara 34%. Demikian laporan BBC News, Senin (6/10) petang. Sementara itu kandidat kuat lainnya, Marina Silva, hanya meraih suara 21% dan tersingkir dari persaingan berikutnya.

Mengomentari kemenangannya itu, Rousseff, wakil dari kalangan “kiri” Partai Pekerja, mengatakan bahwa rakyat tidak menginginkan kembalinya “hantu masa lalu”, yaitu masa-masa yang dipenuhi dengan resesi ekonomi dan pengangguran.

“Saya sangat mengerti pesan dari jalanan dan bari perolehan suara. Mayoritas rakyat Brazil menginginkan percepatan pembangunan yang tengah kita lakukan,” kata  Rousseff.

Neves (54 tahun), senator dan mantan gubernur negara bagian Minas Gerais yang mengklaim sebagai figur “harapan dan perubahan” menyerukan para pendukung Silva untuk memberikan dukungan kepadanya.

Sementara Silva (56 tahun) mengatakan bahwa ia dan para pemimpin kelompok sosialis akan membicarakan langkah berikutnya terkait dengan pilpres putaran kedua. Namun ia mengisyaratkan untuk tidak mendukung Roussef.

“Brazil telah memberikan tanda jelas untuk tidak kembali ke status quo,” katanya kepada pers di Sao Paulo.

“Tidak ada alasan untuk menyalah-artikan sentimen para pemilih, 60% menginginkan perubahan,” tambah Silva.

Roussef mendapatkan penolakan luas dari warga Brazil selama penyelenggaraan Piala Dunia lalu. Mereka menganggap Roussef telah menghambur-hamburkan uang untuk kegiatan yang tidak berguna daripada menyalurkannya untuk kesejahtaraan publik. Namun secara umum Roussef dianggap berhasil meningkatkan standar gaji buruh dan menekan pengangguran ke tingkat paling rendah.

Pemilu hari Minggu (5/10) diikuti oleh 80% pemilik hak suara yang berumur 18 tahun ke atas yang berjumlah 142 juta orang. Selain pemilihan presiden, pada saat yang saja juga digelar pemilihan gubernur.

Para pengamat memperkirkan persaingan pada putaran kedua nanti akan berjalan ketat dan keras. Rousseff diperkirakan akan mempersepsikan lawannya sebagai kalangan pengusaha yang memprivatisasikan BUMN-BUMN dan memotong anggaran sosial. Sementara Neves akan mempersepsikan lawannya sebagai sosialis na’if yang akan mengorbankan perekonomian dengan program-program populis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL