Gaza, LiputanIslam.com—Seorang anak Palestina korban tembakan tentara Israel kehilangan kakinya setelah dirinya dilarang masuk ke Tepi Barat untuk mendapatkan perawatan medis.

Abdulrahman Noufel baru berusia 11 tahun ketika ia ditembak di kaki oleh penembak Israel di kamp pengungsi al-Awdah di kota Rafah, Jalur Gaza, pada Rabu (19/4/18).

Ayah Noufel kemudian meminta izin kepada otoritas Israel agar anaknya dipindahkan ke Tepi Barat agar mendapatkan perawatan media yang layak, karena di Gaza obat-obatan sangat terbatas akibat blokade Israel.

Namun, mereka dilarang meninggalkan Gaza oleh otoritas Israel. Noufel pun kini kehilangan kaki kirinya.

Ketegangan di Jalur Gaza tengah meninggi sejak warga Palestina menggelar demo anti-penjajahan bernama Great March of Retur.

Dalam demo ini, sekitar 30 orang Palestina tak bersenjata tewas dan lebih dari 4.000 terluka oleh tentara Israel.

Jalur Gaza telah berada di bawah blokade Israel sejak Juni 2007. Blokade ini menyebabkan menurunnya standar kehidupan dan meningkatnya kemiskinan dan pengangguran. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*