Gaza, LiputanIslam.com–Sejumlah 15 pasien Gaza meninggal dunia sejak awal 2017 setelah Israel melarang mereka beperjalanan ke luar kawasan blokade untuk memperoleh pengobatan di rumah sakit.

Badan Pusat HAM  Al-Mezan mengungkapkan informasi tersebut kemarin (29/8/17). Al-Mezan menyebutkan kasus dua perempuan yang  ditolak izin perjalanannya untuk berobat. Mereka adalah Kaenat Jarour, 42 tahun, pasien kanker, dan Faten Ahmed,  26 tahun, yang meninggal karena tumor otak.

Empat pasien yang izin perjalanannya diterima untuk pergi ke Israel, malah berakhir ditahan bersama anggota keluarga mereka di perbatasan Beit Hanoun. Sementara pasien lainnya mendapat kekerasan fisik seperti dipukul dan diinterogasi di pos pemeriksaan oleh tentara Israel.

“Pemerintah Israel… melarang masuknya suplai obat-obatan ke Gaza, dan di saat yang sama menolak orang-orang yang mencari pengobatan di luar Gaza,” demikian laporan dari Al-Mezan.

Dua juta penduduk Gaza telah lama berjuang hidup dengan hanya suplai listrik 4 jam perhari, dan dengan 40 persen obat-obatan yang cepat habis dalam sebulan. Dana kesehatan telah diputus oleh Israel sebagai permintaan dari Pemerintah Palestina (PA) pimpinan Mahmoud Abbas.

Sebuah laporan yang dirilis oleh PBB pada bulan lalu menyebutkan bahwa kawasan ini akan jatuh lebih cepat dari yang diantisipasi. Gaza dinilai akan menjadi tempat yang tak layak huni pada tahun 2020. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL