lesothopmMaseru, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Lesotho,  Thomas Thabane, melarikan diri ke Afrika Selatan setelah dikudeta oleh tentaranya. Namun ia bertekad  akan kembali setelah keadaan aman.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita BBC, Thabane melarikan diri karena merasa nyawanya terancam setelah militer mengkudetanya.

“Saya telah disingkirkan dari kekuasaan bukan oleh rakyat, melainkan oleh tentara, dan itu adalah tindakan ilegal,” kata Thabane kepada BBC, Minggu (31/8), tidak lama setelah tiba di Afrika Selatan.

“Saya akan kembali secepat mungkin jika nyawa saya tidak lagi terancam. Saya tidak akan kembali untuk dibunuh,” tambahnya.

Pemerintah Afsel sendiri menyebut situasi di Lesotho “mengkhawatirkan” dan menyatakan “tidak akan mentolerir perubahan pemerintahan yang inkonstitusional”.

Lesotho adalah negara kecil yang berada di tengah-tengah wilayah Afrika Selatan.

Peristiwa kudeta itu terjadi Minggu dini hari. Sempat terdengar tembak-menembak setelah pengawal perdana menteri melakukan perlawanan, namun pada siang hari kondisi telah tenang kembali.

Masyarakt memilih tinggal di rumah, sementara media massa dikabarkan tidak aktif, meski kini telah kembali normal. Sejauh ini tidak ada laporan korba jiwa.

Militer Lesotho telah melakukan serangkaian kudeta sejak kemerdekaan Lesotho tahun 1966.

Thabane sebelumnya memimpin pemerintahan persatuan, namun ia membubarkan parlemen bulan Juni lalu karena perselisihan antara anggota koalisinya.

Thabane mengatakan, paska pembubaran parlemen, tentara memandang pemerintahan telah tidak berfungsi dan berujung pada kudeta.

Namun pemicu kudeta tidak lain adalah upaya Thabane memecat Kastaf Gabungan (Panglima) Letnan Jendral Kennedy Tlai Kamoli.

Jubir militer Mayor Ntlele Ntoi menolak tuduhan kudeta militer.

“Bukan seperti itu, situasinya telah kembali ke normal. Tentara telah kembali ke barak,” katanya.

Ia juga menyebut, Letnan Jendral Kennedy Tlai Kamoli masih menjabat sebagai Kastaf Gabungan.

Menteri Olahraga Thesele Maseribane mengatakan kepada AFP bahwa tentara telah mengepung Istana Negara yang merupakan pusat pemerintahan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL