fbiWashington, LiputanIslam.com — Kepolisian federal AS dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terhadap beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam “perang siber”.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (1/1), tiga serangan siber setidaknya telah dialami oleh 5 perusahaan AS, Sony, Home Depot, JP Morgan Chase, EBay dan Target. Diduga kuat perusahaan-perusahaan itu telah melakukan aksi balasan dan hal itulah yang kini menjadi penyelidikan FBI.

Serangan siber terhadap Sony Pictures mengakibatkan terbongkarnya data-data karyawan dan gaji mereka ke publik, sebagaimana juga e-mail pribadi para eksekutif industri film Hollywood. UU memberikan beberapa pilihan tindakan balasan atas serangan yang mereka alami, namun diduga kuat perusahaan-perusahaan itu melalukan tindakan sendiri.

“Ini seperti jaman koboi. Mereka (perusahaan-perusahaan) sangat frustrasi,” kata Michael McCaul, senator asal Texas, ketua komisi Keamanan Domestik Senat AS kepada Bloomberg News.

FBI kini tengah menyelidiki apakah “hacker-hacker” yang dibayar perusahaan-perusahaan untuk melakukan serangan balasan, juga terlibat dalam serangan siber terhadap situs beberapa perusahaan perbankan utama AS pada tahun 2013.

Menurut laporan Bloomberg, dalam sebuah pertemuan tertutup tahun lalu dewan ekskutif JP Morgan mengusulan untuk membayar hacker-hacker untuk melakukan serangan siber terhadap pihak-pihak yang telah melakukan serangan siber terhadap perusahaan mereka.

Undang-undang AS melarang perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan akses secara ilegal terhadap komputer lain atau mengacaukan sistem informasi pihak lain, bahkan kalau tujuannya untuk menghentikan serangan siber. Larangan itu hanya bisa dilanggar oleh aparat inteligen dan penegak hukum.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*