hagel-resignation-reuters-1200Washington DC, LiputanIslam.com — Menhan AS Chuck Hagel mengumumkan pengunduran diri sebagai Menteri Pertahanan, di Gegung Putih, Washington DC, Senin (24/11) waktu setempat.

Diapit oleh Presiden Barack Obama dan Wapres Joe Biden mengakui telah mengirim surat pengunduran diri sekaligus mengakhiri rumor yang beredar di kalangan pers tentang pengunduran dirinya. Hagel (68 tahun), yang pengunduran dirinya telah disetujui presiden, menyebut bahwa memimpin Departemen Pertahanan (Pentagon) merupakan “pengalaman pribadi terbesar dalam hidupnya”. Demikian Russia Today melaporkan, Selasa (25/11).

Ia menjabat sebagai Menhan AS sejak Februari 2013 dan sebelumnya menjadi anggota parlemen sekana lebih dari 10 tahun. Ia dianggap sebagai pejabat dan politisi yang cukup kontroversial di kalangan “mapan” AS. Ia misalnya menentang kebijakan offensif militer di Irak tahun 2007 dan mengkritik keberadaan lobi Israel di AS.

Namun, meski relatif singkat, jabatan yang dipegangnya itu masih lebih lama dari pendahulunya, Leon Paneta, yang hanya menjabat selama 20 bulan.

“Selama hampir 2 tahun, Chuck telah menunjukkan diri sebagai Menteri Pertahanan yang patut dicontoh, melakukan langkah cermat untuk memodernisir strategi dan anggaran militer kita untuk menghadapi ancaman jangka panjang sembari memberikan respon yang cepat atas ancaman-ancaman seperti ISIL dan Ebola,” kata Obama setelah pengunduran Hagel.

“Terima kasih Chuck (Hagel),” tambah Obama.

Beberapa jam sebelum pengumuman itu New York Times (NYT) melaporkan bahwa Hagel telah mengundurkan diri di bawah tekanan kekalahan Partai Demokrat pada pemilu sela baru-baru ini dan kegagalan tim keamanan nasional dalam menghadapi krisis global. NYT menyebut informasi itu berasal dari pejabat Gedung Putih yang bisa dipercaya.

CNN juga melaporkan adanya perselisihan antara Hagel dengan Presiden atas beberapa isu kecil dalam pemerintahan.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan kepada Associated Press bahwa Hagel dan Obama telah sepakat bahwa Pentagon harus dipimpin oleh pemimpin baru, setelah keduanya terlibat dalam diskusi panjang.

Dengan latar belakang militernya, Hagel oleh sebagian kalangan dianggap “kurang peka” dengan isu-isu politik internasional, terutama menghadapi masalah yang muncul dari ISIS maupun virus ebola.

“Ia bertugas sebagai penghenti perang, bukan sebagai pemicu perang,” kata seorang sahabat Hagel kepada ABC.

Para pengamat meyakini pengunduran diri Hagel menjadi isyarat bahwa pemerintahan Obama akan berubah lebih agresif demi mengubah persepsi Obama sebagai pemimpin yang gagal menangani masalah-masalah internasional yang terjadi.

Masih belum jelas siapa yang bakal menggantikan Hagel, namun NYT menyebut mantan Asisten Menhan Michele Flournoy, Senator Jack Reed dan mantan Asisten Menhan Ashton B. Carter sebagai kandidat terkuat.

Hagel sendiri masih akan tetap menjabat hingga dilantiknya Menhan Baru yang mendapat persetujuan Senat.

Pendahulu Hagel, Robert Gates dan Leon Panetta, keduanya menulis “memoirs” yang berisi kritikan terhadap kepemimpinan Obama, tidak lama setelah mengundurkan diri sebagai Menhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL