lavrovHague, LiputanIslam.com — Rusia menganggap “remeh” kelompok kerjasama G8 setelah didepak keanggotaanya dari kelompok itu, Senin (24/3), dan memberikan apresiasi lebih besar kepada organisasi kerjasama lainnya seperti dan G20.

“G8 adalah kelompok informal, tidak ada yang menyediakan kartu keanggotaan dan tidak ada yang bisa mengusir salah satu anggotanya,” kata Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam konpersnsi pers yang digelarnya di sela-sela konperensi internasional tentang nuklir, di Hague, Belanda, kemarin (24/3).

“Jika mitra-mitra barat menganggap format kerjasama ini telah usang, ya silakan saja. Kami tidak akan mendekapnya,” tambah Lavrov.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa secara teknis G8 telah menyelesaikan tugas-tugasnya, dan kini dilanjutkan oleh forum kerjasama yang lebih luas, yaitu G20.

“Telak diketahui umum bahwa ada format-format kerjasama lainnya untuk membahas berbagai masalah, termasuk DK PBB, Middle East Quartet dan P5+1 untuk masalah nuklir Iran,” kata Lavrov lagi.

Lavrov juga menyinggung tentang kabar yang beredar tentang sikap Australia yang tidak akan mengundang Rusia dalam pertemuan G20 mendatang yang rencananya digelar di Brisbane, November mendatang.

“G20 tidak didirikan oleh Australia. Kami membentuknya bersama-sama,” kata Lavrov said.

Di sisi lain Times of India melaporkan, bertolak belakang dengan negara-negara G7 (G8 minus Rusia) yang menentang penggabungan Krimea dengan Rusia, negara-negara BRICS (Brazil, Russia, India, China dan Afrika Selatan) justru menunjukkan simpatinya kepada Rusia.

Di sela-sela konperensi nuklir di Belanda tersebut, para menlu BRICS mengeluarkan pernyataan bersama terkait penyelenggaraan pertemuan G20 mendatang di Brisbane. Menurut mereka Australia tidak berhak untuk menentukan komposisi peserta pertemuan.

“Kami (para menlu BRICS) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan atas rencana penyelenggaraan pertemuan G20 mendatang di Brisbane bulan November 2014. Keberadaan G20 adalah milik bersama semua negara anggota secara sederajat, dan tidak ada salah satu anggota yang bisa menentukan sifat dan kharakternya (G20),” demikian pernyataan BRICS.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL