Foto: Twitter

Foto: Twitter

Baghdad, LiputanIslam.com — Militan radikal Daulah Islam Irak dan Suriah atau  ISIS, dilaporkan memiliki sumber pendanaan yang baik, demikian informasi dari utusan PBB untuk Irak.

“Melihat arus kendaraan dan senjata yang dimiliki ISIS, jelas menunjukkan bahwa organisasi ini didanai dengan baik, “ ujar Nickolay Mladenov, wakil khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk Irak, seperti dilansir Press TV, 26 Juni 2014.

Mladenov juga mencatat bahwa kelompok teroris ISIL memiliki berbagai sumber dana dan persediaan, dan menambahkan bahwa militan ini merupakan pasukan yang terlatih, dan memiliki persiapan dan perlengkapan yang baik.

Sebelumnya, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menyalahkan Arab Saudi dan Qatar atas krisis keamanan dan terorisme yang berkembang di negaranya, dan mengecam rezim Al-Saud sebagai pendukung utama terorisme global.

Terorsime ISIS Mengancam Dunia

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan Press TV dengan Entifadh Qanbar, seorang pengamat politik dari Beirut, diprediksi bahwa kebeadaan ISIS tidak hanya mengancam Irak, namun  juga mengancam dunia. Berikut petikannya;

Press TV: Langsung saja ya, bisa diceritakan kepada kami seberapa tingkat keberhasilan Tentara Irak melawan militan dan bagaimana pengaruhnya terhadap psikologis rakyat Irak akibat krisis yang melanda negara mereka?

Entifadh  Qanbar:  Saya selalu mengatakan bahwa serangan ISIS atas Mosul telah membangkitkan “raksasa” Irak untuk melawan terorisme. Namun saya pikir pertempuran ini tidak akan mudah. Peperangan ini berjalan semeter demi semeter sebagaimana yang Anda laporkan.

Tentara Irak telah membebaskan jalan raya utama menuju kota suci Samarra. Ini artinya, telah terjadi pertempuran yang sengit. Saya pikir langkah teroris berikutnya adalah mencoba untuk mengepung Baghdad . Tapi saya rasa Baghdad tidak akan sampai jatuh ke tangan teroris. Saya yakin rakyat Irak akan membela Baghdad, tapi sekali lagi ini bukanlah pertempuran yang mudah. Yang terlukis dalam benak saya, akan ada banyak pertumpahan darah di masa depan. Ini adalah sebuah pertempuran eksistensial.

Press TV: Dan bagaimana penilaian Anda terhadap respon internasional atas progres ISIS di Irak, terutama Amerika dan Inggris yang dianggap harus bertanggung jawab atas penyebaran kekerasan ini?

Entifadh Qanbar:  Nah yang kita lihat di sini, ada aspek politik dibalik kekerasan ini. Hal itu tak perlu diragukan lagi. Beberapa analis ataupun politisi menyebut hal ini [serangan ISIS] sebagai pemberontakan [elemen-elemen masyarakat terhadap pemerintahan], dan sebagian yang lain menyebut ini murni operasi ISIS.

Karena itu, saya pikir penting sekali untuk mengumpulkan semua pasukan Irak dan segenap dukungan dari internasional bagi pemerintah, termasuk solusi politik dalam rangka menghentak basis-basis ISIS dari bawah, dan sekaligus menjadi sayap politik dalam memerangi terorisme.

Saya pikir Irak membutuhkan lebih banyak dukungan dari AS, Inggris dan negara-negara Barat dalam pertempuran ini. Sangat jelas laporan dari media Barat  bahwa teroris ini akan kembali ke negara mereka. Negara-negara di Eropa dan Amerika akan menjadi sasaran serangan selanjutnya. Jadi serangan [ISIS] ini bukan hanya sekedar serangan kepada Irak, melainkan serangan bagi kawasan regional [Timur Tengah] dan serangan kepada seluruh dunia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL