Gaza, LiputanIslam.com—Ahmad Hassan Shubeir, seorang remaja Palestina berumur 17 tahun, meninggal dunia setelah tentara Israel tidak memberinya izin keluar dari Gaza ke rumah sakit di Israel. Demikian laporan dari organisasi al-Mezan Center for Human Rights pada Sabtu (21/01/2017).

Ahmad menderita cacat jantung bawaan yang mengharuskannya mendapat perawatan di rumah sakit secara berkala.

Laporan menyebutkan Ahmad menolak menjadi kaki tangan pemerintah Israel, sebuah syarat yang diberikan untuk para pasien dari Palestina yang ingin masuk ke wilayah Israel untuk mendapatkan pengobatan.

“Petugas Israel memanggil Ahmad untuk diinterogasi di perbatasan. Di sana, ia dipaksa menjadi kaki tangan pemerintah Israel agar mendapat izin. Anak ini menolak dan tidak diberikan izin untuk lewat.” lapor al-Mezan.

Al-Mezan mengecam tindakan yang dilakukan Israel terhadap para pasien Palestina yang berujung ke kematian seperti kasus Ahmad Shubeir.

“Penolakan akses ke rumah sakit adalah kejahatan dan penyelewangan hukum internasional,” tegas mereka.

Berdasarkan data yang mereka kumpulkan, hanya 61 persen pasien yang dibolehkan melewati perbatasan Erez selama tahun 2016. Angka ini turun dari tahun sebelumnya yaitu 77.66 persen. Selain itu, sekitar 60 persen pasien yang ditolak mengakses rumah sakit di luar Gaza ternyata menderita kanker. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL