March-Against-Monsanto-New-York2New York, LiputanIslam.com — Pawai ‘The March Against Monsanto’ berlangsung serentak di berbagai negara, Ahad lalu (24/5). Setidaknya aksi tersebut berlangsung di 428 negara dan 38 negara, meski tidak diekspos oleh media-media mapan dunia. Demikian situs Natural News melaporkan.

Para demonstran yang menolak praktik-praktik industri pertanian ‘beracun’ di seluruh dunia yang dipelopori oleh perusahaan AS Monsanto Inc, berpawai di kota-kota besar dunia seperti New York, London, Berlin, Paris hingga kota-kota di negara-negara Amerika Latin, Asia dan India.

“Monsanto adalah perusahaan yang bisnisnya tergantung pada praktik meracuni seluruh penduduk bumi, menghancurkan eko-sistem pertanian, memonopoli suplai bibit dan membayar para pembunuh kharakter untuk menyerang siapapun yang menentang agenda mereka,” kata Mike Adams, editor Natural News dalam laporannya.

Para demonstran itu menuntut pelarangan terhadap produk ‘Roundup’ yang berbahaya serta pemberian lebel khusus terhadap produk-produk produk rekayasa genetik (GMO).

“Kita harus menghentikan memberikan makanan beracun kepada manusia,” kata seorang demonstran kepada wartawan Russia Today yang meliput aksi itu di New York, AS.

Tentang tidak adanya laporan aksi tersebut di media-media besar dunia, Mike Adams menuduh hal itu dikarenakan mereka telah ‘berkompromi’ dengan MOnsanto Inc.

“Seperti perkiraan, tampak seluruh media massa utama menolak untuk melaporkan kegiatan ini, berpura-pura tidak mengetahui bahwa masyarakat telah bangkit untuk melawan perusahaan raksasa yang jahat yang telah mengancam masa depan planet kita,” kata Adams lagi.

Monsanto adalah perusahaan yang paling banyak terlibat dalam kasus peracunan global dengan menciptakan bahan-bahan berbahaya seperti ‘agent orange’, ‘asphartame’ dan lain-lain. Lebih jauh, Monsanto kemudian menjadi produsen terbesar GMO yang kontroversial karena membuat para petani tergantung pada Monsanto, selain merusak kesuburan tanah. Badan kesehatan dunia WHO baru-baru ini bahkan melaporkan bahwa produk ‘Roundup’ yang menjadi produk andalan Monsanto, terindikasi sebagai penyebab kanker.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL