Ilker-BasbugAnkara, LiputanIslam.com — Eks panglima AB Turki Ilker Basbug yang dipenjara karena dakwaan usaha kudeta, akhirnya dibebaskan dari penahanan, hari Jumat (7/3). Ia pun berjanji akan melanjutkan perlawanan atas ketidak adilan yang diterimanya.

“Pembebasan saya hanyalah permulaan. Saya percaya bahwa seluruh rekan saya akan dibebaskan segera. Jika itu tidak terjadi, maka tidak ada artinya dengan pembebasan saya ini,” kata Basburg setelah keluar dari penjara berpengamanan ketat Silivri, di luar Istanbul.

Basburg, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun lalu, akhirnya dibebaskan dari penjara setelah Mahkamah Konstitusi menyatakan ia tidak terbukti terlibat upaya kudeta. Ia dijatuhi hukuman bersama-sama dengan ratusan perwira militer, politisi, birokrat, jurnalis, dan kalangan intelek lainnya yang dituduh terlibat dalam apa yang disebut rencana kudeta kelompok “Ergenekon” terhadap pemerintahan Perdana Menteri Erdogan.

Menurut Basburg dalam pernyataan tersebut, ia dan rekan-rekannya dipenjara karena motif balas dendam dan kebencian. Sebagaimana diketahui, militer telah berkali-kali melakukan kudeta terhadap pemerintahan “Islam” di Turki sebelum Erdogan.

“Kami dipenjara oleh mereka yang bertindak karena dendam dan kebencian. Penjara berarti sakit dan menderita. Namun saya tidak akan membalas dendam,” tambah Basbug.

Basbug akan selalu dikenang oleh para pendukungnya, terutama saat dijatuhi hukuman, ketika ia berpidato:

“Jika di sebuah negara, masyarakat mempertanyakan independensi hakim, meragukan apakah para hakim telah bertindak sesuai dengan konstitusi dan hukum, maka tidak ada yang bisa mengklaim bahwa di negara itu masih ada supremasi hukum. Pada siapapun yang dihukum dalam situasi seperti ini, maka kata akhirnya adalah pendapat rakyat, karena rakyat tidak tidak pernah salah dan tertipu. Mereka yang selalu berdiri di samping kebenaran dan orang-orang baik, di samping keadilan, memiliki pandangan yang jelas. Saya adalah salah satu dari mereka,” katanya kala itu.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*