Suzuki-Mobil-MurahJakarta, LiputanIslam.com — Anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Satya Widya Yudha mendesak pemerintah untuk menghentikan program mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Sebab kebijakan tersebut tidak efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Kalau pakai BBM bersubsidi, sudah jelas mahal untuk negara, bukan lagi mobil murah,” kata Satya kepada Tempo, Ahad (23/3).

Satya mengatakan jika ingin menghemat biaya subsidi, pemerintah harus membuat kebijakan mobil berbahan bakar non-minyak. Selain mobil berbahan bakar gas, pemerintah bisa konsisten mengembangkan mobil listrik atau kendaraan bertenaga matahari.

Program mobil murah LCGC diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor  33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Melalui program tersebut, produsen mobil murah mendapatkan fasilitas berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM).

Namun ada spesifikasi khusus dalam mobil tersebut yang harus dipenuhi yakni kapasitas mesin antara 980-1200 cc, konsumsi bahan bakar paling sedikit 20 kilometer per liter, dan menggunakan merk Indonesia. Selain itu, mobil yang masuk skema LCGC diharapkan mengonsumsi bahan bakar non-subsidi. Tetapi tidak ada aturan yang melarang LCGC untuk mengonsumsi bahan bakar bersubsidi.

Evaluasi program LCGC diutarakan Menteri Keuangan Chatib Basri pada akhir pekan ketiga Maret 2014. Chatib mengirimkan surat kepada Kementerian Perindustrian untuk meninjau efektivitas penggunaan bahan bakar non-subsidi dalam program mobil murah tersebut. (Baca : Aturan Tak Jelas, LCGC Habiskan BBM Bersubsidi ).

Wakil Ketua Komisi Anggaran DPR, Harry Azhar Azis, mengatakan rencana evaluasi yang diajukan Chatib Basri menunjukkan dia konsisten dengan anggaran subsidi BBM yang telah ditetapkan. Harry mengatakan pemerintah akan berhadapan dengan DPR jika mengizinkan penggunaan BBM bersubsidi untuk LCGC. “Itu berarti memancing perdebatan dengan DPR,” kata dia.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL