situs kencanCanberra, LiputanIslam.com — Setelah sempat dikaitkan dengan kematian salah seorang bos Google, situs kencan SeekingArrangement yang juga populer dengan sebutan ‘Sugar Daddy’, dicurigai melanggar UU Pekerja seks Komersil Australia. Ini karena situs itu mempertemukan wanita muda dengan pria tua kaya yang membayar sejumlah uang sebelum bertemu.

Situs tersebut mengklaim ada lebih dari 154.537 warga Australia yang mendaftar di situs mencari untuk mencari teman kencan dan pasangan hidup. Demikian seperti dilaporkan Detik.com, Minggu (1/3).

Tuduhan kalau situs ini melanggar UU mengenai prostitusi di Australia muncul setelah mendapat laporan dari seorang wanita asal Sydney, Ella (bukan nama sebenarnya) yang mendaftar sebagai anggota di situs tersebut. Wanita berusia 29 tahun dan orang tua tunggal itu memiliki janji untuk bertemu dengan seorang pebisnis yang usianya dua kali lipat lebih tua darinya dan setiap kali bertemua pria itu membayarnya sebesar $2.000 atau sekitar Rp26 juta.

“Ini bukan seks yang dibayar, tapi merupakan pertukaran antara dua orang dewasa yang berusaha untuk saling memiliki dalam tingkat yang jauh lebih dari sekedar kepuasan seksual katanya. Bagi saya personal, saya mengharapkan lebih dari karena saya ingin memiliki hubungan mental yang kuat dengan seseorang,” kata Ella.

“Pertama kali bertemu, pria itu mengatakan ini untuk bertemu denganmu dan saya sangat terkejut dengan ucapannya. Ketika saya tiba di rumah, saya menemukan amplop putih dengan terselip uang $2.000.”

Menurut Ella, meski dia mendaftar di situs kencan, namun kebanyakan pria yang mengontaknya menginginkan layanan seksual.

Di Victoria, seorang yang berprofesi sebagai wanita panggilan harus terdaftar, sementara di Australia Selatan memesan seseorang untuk melakukan layanan seksual termasuk pelanggaran pidana.

“Ini merupakan situs yang kami curigai karena mereka tampaknya telah melanggar UU dan berpeluang menempatkan orang pada situasi berbahaya,” kata Kepolisian Australia dalam rilisnya.

Sementara Kepolisian Victoria mengatakan situs semacam ini tengah meningkat dan pihaknya tengah menyelidiki kasus ini apakah melanggar UU yang berlaku saat ini.

Namun Juru bicara situs kencan SeekingArrangement, Brook Urick membantah situs mereka digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum.

SeekingArrangement merupakan situs mencari teman kencan/jodoh dan tidak ada pertukaran uang untuk kegiatan seksual, situs ini semata bertujuan untuk melayani mereka yang berusaha untuk memiliki hubungan dengan seseorang,” katanya.

“Kami menolak bentuk prostitusi dan wanita panggilan yang menggunakan situs kami,” tambahnya.

Merespon temuan ini, banyak penyusun UU di negara bagian di Australia merasa prihatin dengan maraknya prostitusi dan layanan kencan panggilan yang berkedok janji kencan di internet.

Juru bicara Industri Layanan Dewasa Australia, William Albon mengatakan industrinya berharap UU mengenai prostitusi di Australia bisa diperbaharui dan juga turut mengatur situs kencan seperti SeekingArrangement.

“Internet telah memberi dampak yang luas, kita khawatir dan prihatin oleh karena itu kita berharap agar pemerintah membantu kami,” kata Albon.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*