boddemo3London, LiputanIslam.com — Media orang-orang yahudi di Inggris, Jewish Chronicle, memutuskan untuk meminta ma’af kepada pembacanya setelah menerbitkan iklan yang dianggap mendukung Palestina.

Koran mingguan itu menyebutkan bahwa iklan kontroversial bagi warga yahudi yang ditayangkan tersebut “sepenuhnya bermotif kemanusiaan”.

Dalam pesan yang ditulis di akun Facebook resminya, Jewish Chronicle menuliskan, “iklan tersebut tidak mewakili pandangan Jewish Chronicle. … Kami menerima banyak komplain dari para pembaca yang marah pada keputusan (penayangan iklan) itu. Karenanya kami mengucapkan permintaan ma’af.”

Tidak hanya itu, Jewish Chronicle juga menyediakan kolom khusus bagi pembaca yang keberatan dengan iklan tersebut. Demikian laporan BBC News.

Sebelumnya, minggu ini, Jewish Chronicle telah menayangkan iklan milik kelompok Disasters Emergency Committee (DEC) yang menyerukan bantuan bagi warga Gaza Palestina.

Dalam iklan yang tayang tanggal 7 Agustus lalu, DEC menyebutkan bahwa 500.000 warga Palestina di Gaza telah kehilangan tempat tinggal dan memperingatkan adanya “darurat kemanusiaan”.

Tidak lama setelah munculnya iklan itu sebuah akun Facebook dibuat oleh seseorang yang menyerukan para pembaca Jewish Chronicle untuk memboikot media itu hingga adanya permintaan ma’af secara penuh.

Dalam editorial di situs resmi Jewish Chronicle, editor Stephen Pollard menuliskan: “Ini adalah bagian kritis dari independensi editorial kami bahwa kami tidak akan membiarkan para pengiklan kami untuk mempengaruhi sikap kami.”

DEC adalah organisasi payung dari 13 yayasan kemanusiaan di Inggris yang berurusan dengan krisis-krisis internasional. Selain Jewish Chronicle, beberapa media Inggris lain juga turut menayangkan iklan tersebut, di antaranya BBC.

Pada tahun 2009 BBC dan Sky mendapatkan hujan kritik publik Inggris setelah menolak menayangkan iklan seruan atas krisis Gaza.

Sementara itu dalam pernyataan di situs resminya, hari Kamis (14/8), DEC menyatakan bahwa iklan yang ditayangkan tersebut adalah bentuk respon atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza, namun telah disalah persepsikan oleh sebagian kalangan sebagai iklan politik.

“Sama sekali bukan. Memberikan bantuan tidak berarti berpihak,” tulis DEC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL