konflik libyaTripoli, LiputanIslam.com — Babak baru pembicaraan perdamaian yang ditengahi PBB untuk mengakhiri kemelut politik di Libya, kembali ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Demikian kata sumber-sumber diplomatik, seperti dilansir kantor berita Antara, Senin (5/1).

Sebelumnya PBB merencanakan mengadakan putaran kedua pembicaraan itu pada hari Senin (5/1) untuk mengakhiri pertikaian di antara 2 kubu yang bersaing, yaitu kelompok militan yang menguasai ibukota Tripoli dengan pemerintah yang diakui dunia internasional.

PBB telah bekerja berbulan-bulan untuk mengatur pembicaraan perdamaian Libya, namun peningkatan aksi militer kedua kelompok merusak segala upaya itu.

“Konsultasi untuk mengadakan putaran kedua dialog terus dilakukan dengan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan terkait waktu dan tempat. Jadi, bukan besok,” kata seorang sumber diplomatik yang tidak mau disebutkan namanya. Sumber diplomatik lain membenarkan pernyataan itu.

Tidak jelas kapan, dialog baru itu akan dilakukan.

Pembicaraan baru ini telah berulang kali tertunda karena kesulitan memperoleh persetujuan kedua pihak untuk bertemu. Utusan khusus PBB untuk Libya Bernadino Leon mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bulan lalu bahwa pihak-pihak yang terlibat pertikaian telah setuju secara prinsip untuk bertemu pada 5 Januari.

Libya telah memiliki dua pemerintah dan parlemen yang saling bersaing untuk memperoleh legitimasi sejak kelompok militan Islam yang menamakan diri Fajar Libya merebut ibukota pada bulan Agustus lalu dan memaksa pemerintahan PM  Abdullah al-Thinni mengungsi ke timur.

Masyarakat internasional khawatir bahwa konflik Libya akan menyebabkan perang saudara berkepanjangan dan menjalar ke kawasan, mengingat kelompok pemberontak-kelompok militan yang telah membantu menggulingkan mantan pemimpin negara Muammar Gaddafi pada tahun 2011, juga menuntut kekuasaan dan bagian dari cadangan minyak yang besar di negara itu.

Leon mengatakan bahwa dialog Libya akan mencakup seluruh anggota Kongres Nasional, atau parlemen lama yang didukung oleh kelompok militan yang kini menguasai ibukota Tripoli.

Konflik yang berlangsung sejak Agustus lalu telah menewaskan ratusan orang dan mendorong setidaknya 120 ribu orang meninggalkan rumah mereka. Demikian laporan bersama Kantor HAM PBB dan Misi Bantuan PBB di Libya baru-baru ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*