malay-symbol-of-singaporeSingapura, LiputanIslam.com — Ribuan pasangan gay mengikuti pawai gay yang digelar di tengah kontroversi tentang keberadaan warga gay Singapura, Minggu (29/6).

Organiser acara mengklaim acara yang mereka gelar diikuti oleh sekitar 26.000 orang. Mereka berkumpul di Speakers’ Corner, Lapangan Hong Lim Park sebelum membentuk konfigurasi bundaran raksasa berwarna pink, lambang gerakan homoseksual global. Demikian laporan BBC News, Minggu (29/6).

Pawai sejenis telah digelar di Singapura beberapa tahun terakhir di tengah kontroversi dan kecaman publik Singapura. Tahun ini bahkan kontroversinya lebih besar lagi karena digelar di hari pertama bulan Ramadhan.

Sekitar 14% warga Singapura adalah penganut Islam, 34% penganut Budha, 18% Kristen, dan 5% Hindu. Semua agama itu melarang ajaran homoseksual.

Sebagai bentuk perlawanan, seorang ulama Singapura menyerukan umat Islam untuk mengenakan baju putih selama berlangsungnya pawai gay tersebut. Seruan ini pun mendapat dukungan tokoh-tokoh gereja.

Pemerintah menyerukan kepada organisasi-organisasi keagamaan, sebagaimana juga para aktifis pendukung homoseksual, untuk saling menahan diri dari tindakan provokasi.

Selain aksi “baju putih” tersebut, para penolak gay melakukan aksi protes berupa pawai virtual yang menamakan diri “FamFestSG” yang diikuti ribuan orang. Laman Facebook gerakan ini menampilkan slogan yang diusung Perdana Menteri Lee Hsien Loong: “Perkawinan satu pria dan satu wanita, memiliki anak”.

Selain pawai, para aktifis gay telah 2 kali melakukan upaya legal untuk membatalkan undang-undang yang melarang homoseksual.

Pemerintah Singapura sendiri telah menyatakan akan membela nilai-nilai umum masyarakat (anti-homoseksual), namun tidak akan aktif untuk menegakkannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL