jokowi2Jakarta, LiputanIslam.com — Berkemeja putih dan bercelana hitam yang menjadi ciri khasnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memasuki Lapangan Monas, tempat digelarnya Konser Salam Tiga Jari yang dihadiri lebih dari 150.000 warga. Jokowi tampak berlari sambil mengangkat kedua tangannya dan mengacungkan tiga jari.

Sebagaimana tampak dalam tayangan di Kompas TV, Jokowi hadir di Monas guna menyampaikan pidato kerakyatan. Warga yang hadir, sesekali meneriakkan namanya beramai-ramai.

Jokowi, dalam pidatonya menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang besar, dengan bermacam-macam suku, budaya, dan agama. Indonesia juga merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah, namun untuk menjadi negara yang besar dan kuat, Indonesia harus dikelola dengan benar.

“Saya mengajak kepada para buruh, nelayan, petani, tukang becak, supir, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, politisi, dan seluruh rakyat Indonesia dari beragam profesi, untuk bekerja keras membangun bangsa,” ucapnya.

“Saya dan Pak JK sekali lagi ingin menyampaikan bahwa kita ingin bergerak bersama-sama. Kita harus bekerja keras, tidak mungkin negara sebesar ini akan menjadi negara kuat, akan menjadi negara besar, kalau kita hanya bermalas-malasan. Jangan harap negara ini makmur,” tambahnya.

Usai menyampaikan pidato, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Jokowi yang didampingi Putri Indonesia Elvira Devinamira memberikan potongan tumpeng pertama pada seorang wanita bernama Siti Bugiah. Siti Bugiah adalah sopir taksi wanita. Dia membesarkan dua anaknya dengan bekerja keras sebagai sopir taksi. Siti Bugiah mewakili kemandirian dan kerja keras.

Tumpeng kedua diserahkan kepada perwakilan dari rakyat Papua, tiga ibu pedagang yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Potongan ketiga diberikan kepada Josephine Monica. Pelajar BPK Penabur itu merupakan peraih medali emas Indonesia Olimpiade Fisika di IPhO 2014. Monica adalah siswi pertama Indonesia yang meraih emas di IPhO dan peraih medali emas di APhO.

Selain itu, Jokowi juga meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai presiden pertama yang disambut syukuran oleh rakyat dan untuk rakyat. Rekor MURI diserahkan oleh Pendiri MURI Jaya Suprana.

Lantas, Jokowi didampingi oleh para pemuka agama di Indonesia melakukan do’a bersama yang dipimpin oleh KH Hasyim Muzadi. Bersama-sama mendo’akan agar Jokowi mampu mengemban amanah sebagai pemimpin, sehingga mampu membawa Indonesia menjadi negara yang besar, maju dan makmur. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL