Sumber: surabaya.tribunnews.com

Mojokerto, LiputanIslam.com– Ratusan keris dan pusaka turut dipamerkan Sanggar Guyub Rukun Kerto Kerti Kencono Buwono, Dusun Pelabuhan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Panitia Festival Adat dan Seni Budaya Pelabuhan Marmoyo Mojopahit, Guruh Wiweka Nugraha mengatakan bahwa pameran itu bertujuan agar masyarakat menjaga dan melestarikan budayanya.

“Warisan budaya leluhur dalam bentuk sebuah senjata tradisional yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya pada Minggu (29/9).

Ratusan keris lengkap dengan keterangan tentang nama dan sejarah senjata tradisional yang memiliki ujung runcing tersebut dipamerkan. Sebanyak 80 keris dipamerkan secara terbuka di atas meja, sedangkan 100 keris lainnya dipamerkan dengan dimasukkan ke dalam etalase.

Nugraha juga menjelaskan tentang salah satu seni leluhur yang sudah dilupakan, yakni bernama Tosan Aji. Padahal seni tersebut, katanya, sudah diakui oleh Unesco PBB. “Tosan Aji harus kita jaga bersama karena sudah mendapatkan pengakuan dari PBB melalui Unesco. Karena dinyatakan sebagai warisan dunia yang berasal dari Indonesia,” ucapnya.

Baca: Jaga Tradisi, Warga Madiun Gelar Larung Sesaji Ikan Raksasa

“Apalagi Seni Tosan Aji di era Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Jadi sangat disayangkan kalau masyarakat Mojokerto sendiri tidak mengetahui tentang Seni Tosan Aji,” tambahnya. (aw/beritajatim/tribun).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*