f35Washington, LiputanIslam.com — Satu keunggulan penting pesawat “generasi kelima” F-35 AS adalah kemampuannya menghindar dari deteksi radar lawan (siluman). Namun bagi sebagian besar radar Rusia dan Cina, ternyata kemampuan tersebut tidak lagi dimiliki F-35.

“F-35 Joint Strike Fighter …, pada kenyataannya, tidak tersembunyi di mata sebagian besar radar Rusia dan Cina,” demikian disebutkan Aviation Week, baru-baru ini.

Disebutkan, jet yang diharapkan Pentagon dapat beroperasi secara diam-diam, itu “memiliki banyak kekurangan. Laporan itu menyebutkan jet bahkan tidak efektif dalam “mengacak radar musuh”, seraya menambahkan Departemen Pertahanan AS menghabiskan “ratusan miliar dolar” untuk “jet tempur yang akan membutuhkan bantuan pesawat pengacak khusus.”

Dikatakan F-35 bahkan “rentan terhadap deteksi oleh radar yang beroperasi di band spektrum VHF.”

Laporan itu mengatakan angkatan bersenjata Rusia telah dipersenjatai dengan “sistem radar yang sangat anti-siluman” – diresmikan di sebuah pertunjukan udara di dekat Moskow Agustus lalu mampu melacak target kecil setelah radar VHF mampu mendeteksi mereka.

F-35 belum dilengkapi dengan “pengacak onboard,” demikian disebutkan laporan itu.

Spekulasi tentang kemampuan pesawat-pesawat F-35 itu mengemuka di saat Presiden AS Barack Obama tampaknya sedang berencana mengubah krisis yang sedang berlangsung di Ukraina ke dalam perang dengan Rusia.

Ketegangan antara Moskow dan Barat meningkat setelah Crimea memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia setelah referendum pada 16 Maret, di mana hampir 97 persen peserta memilih bergabung kembali dengan Rusia. Moskow pun menerima permintaan Crimea itu.(ca/iribindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL