wild-dog-1Cina, LiputanIslam.com — Masyarakat Cina mengekspresikan kemarahan serta kegeramannya atas berita penemuan sekitar 100 ekor anjing liar yang dikubur hidup-hidup di wilayah Mongolia dalam, sebelah selatan Cina. Hingga penyelamatan terhadap hewan malang ini dilakukan tak satupun pihak yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa itu.

Seperti dilansir CNN, Selasa (29/4), publik mengetahui adanya peristiwa tersebut setelah seseorang di jejaring sosial memposting sebuah foto puluhan anjing terjebak di dalam sebuah lubang. Pengunggah foto kemudian meminta publik yang bersimpati untuk memberikan pertolongan.

“Saya melihat foto puluhan anjing di dalam sebuah lubang di jejaring sosial WeChat. Beberapa orang secara sukarela memberikan pertolongan untuk menolong hewan malang ini,” ujar seorang wanita kepada CNN.

Menggunakan tali tambang, grup penolong akhirnya dapat menyelamatkan 20 ekor anjing pada Rabu (23/4) sore.

“Kami pertama mencoba melakukan evakuasi menggunakan ember dan tangga, tapi tidak berhasil. Kemudian kami mengikat simpul untuk membuat lingkaran dengan tali, menurunkan ke dalam lubang lalu memancing para anjing ke dalam lingkaran dengan makanan, dan menyuruh mereka keluar dari lubang dengan tali,” jelasnya.

Walaupun begitu, masih banyak anjing yang terjebak di dalam lubang, sehingga para relawan menghubungi komunitas penyelamatan hewan, Yinchuan, untuk meminta pertolongan. Namun saat relawan Yinchuan sampai di lokasi, mereka hanya menemukan beberapa ekor anjing yang berlarian. Yang paling mengenaskan, lubang tersebut telah ditimbun dengan tanah, sehingga tim penyelamat harus menggali tanah tersebut untuk menyelamatkan beberapa ekor anjing yang masih terlihat dari permukaan.

“Anda dapat melihat teror di mata mereka, anjing-anjing ini sangat takut dengan manusia,” ujar Liu, seorang relawan Yinchuan.

Hari berikutnya, relawan Yinchuan kembali ke lokasi dengan ekskavator dan mulai menggali. Saat itu mereka menemukan 6 ekor anjing yang telah mati, namun diduga puluhan anjing lain yang tidak ditemukan juga mengalami nasib yang sama.

Relawan berasumsi bahwa anjing-anjing yang hilang telah dibunuh dan dipindahkan ke lokasi baru. Namun siapa yang bertanggungjawab?

Setelah berita tersebar, gambar-gambar evakuasi anjing-anjing malang tersebut kembali beredar secara online. Pengguna internet mengekspresikan kegeramannya dan menyebut peristiwa tersebut memalukan dan tidak manusiawi. Beberapa menyerukan pembentukan Undang-undang yang mengatur kekejaman binatang di China.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL