Jokowi dan SBY, Foto: Jakarta Post

Jakarta, LiputanIslam.com–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan menentang pilkada tak langsung dan menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi. Pernyataan itu disampaikan SBY dalam pidato pembukaan Bali Democracy Forum  VII di Bali International Convention Center (BICC) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (10/10/2014).

“Saya menentang legislasi baru itu (UU Pilkada) karena merupakan kemunduran bagi demokrasi Indonesia,” kata SBY seperti dikutip Antara.

Kepada ratusan delegasi dari 85 negara, SBY juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai salah satu upaya setelah disahkannya UU Pilkada.

“Saya telah mengeluarkan Perppu untuk membangun kembali regulasi untuk menjamin rakyat memilih secara langsung,” kata SBY.

Jokowi Harus Lanjutkan BDF

BDF digagas oleh SBY sejak tahun 2008. Dalam jumpa persnya usai pembukaan BDF VII, SBY menyatakan harapannya agar forum ini dilanjutkan oleh pemerintahan baru.

“Saya nanti akan menyampaikan pada Bapak Joko Widodo, tradisi yang penting ini agar bisa dilanjutkan,” kata SBY.

Acara pembukaan BDF dihadiri pula oleh Presiden Filipina Benigno Simeon Aquino III, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan PM Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao. Acara ini berlangsung dengan pengamanan ketat karena muncul aksi-aksi penolakan atas acara ini. Sebelas LSM Indonesia pun secara resmi menolak hadir dala BDF karena kecewa pada sikap SBY dalam proses pengesahan UU Pilkada. (Baca: BDF Dibuka Hari Ini, Pemerintah Kecewa) (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL