foto: Balipost

foto: Balipost

Singaraja, LiputanIslam.com— Indahnya toleransi dalam bermasyarakat, juga ditunjukkan oleh umat Islam dan Hindu yang berada di Singaraja, di wilayah Bali Utara. Selama prosesi pemotongan dengan pembagian daging kurban pada Idul Adha, Minggu, (5/10/2014), pengamanan acara tersebut melibatkan pecalang. Pecalang adalah polisi adat di Bali yang biasanya bertugas menertibkan berbagai ritual keagamaan Hindu dan sangat disegani masyarakat.

Seperti terlihat di Masjid Al-Mujahidin di RT 16 RW 02 Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Personil pecalang yang diturunkan berasal dari Desa Pekraman Banyuasri, Singaraja. Pengamanan ini mulai dari pengaturan parkir kendaraan umat yang menghadiri acara pembagian daging hewan kurban di masjid setempat. Sejak pagi hingga sore, dua orang personil pecalang dengan atribut lengkap ini tampak sibuk melaksanakan tugasnya.

Gede Bagiarta dan Ketut Warsa, nama pecalang tersebut  mengatakan, permintaan untuk bantuan pengamanan memang datang dari panitia pembagian hewan kurban dari Masjid Al-Mujahidin. Sehingga, pecalang yang turut berpartisipasi dalam pengamanan perayaan hari raya umat Islam seperti Idul Adha ini sudah rutin berjalan setiap tahun.

“Ini ada permintaan dari pihat panitia di masjid dan kerjasama ini sebagai wujud memupuk tali toleransi umat beragama yang sudah berjalan sejak lama. Kami tetap melaksanakan tugas sesuai dengan perintah dari koordinator pecalang di desa Pekraman,” kata Gede, seperti dilansir Balipostcom.

Sebelumnya, Liputan Islam juga telah memberitakan toleransi beragama yang terjalin di antara para pemeluk Islam dan Kristen di wilayah lainnya. Para pemuda gereja turut serta mengamankan perayaaan Idul Adha di Kupang. (Baca: Seperti ini, Wujud Toleransi di Malang dan Kupang). (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL