Foto asli karikatur di al-quds.uk [klik untuk memperbesar]

Foto asli karikatur di al-quds.uk [klik untuk memperbesar]

Jakarta, LiputanIslam.com — Anggota Dewan Pers Indonesia, Nezar Patria, mengatakan bahwa karikatur ISIS yang menjadikan Meidyatama Suryodiningrat, Pemred The Jakarta Post ditetapkan sebagai tersangka, tidaklah menghina Islam. Nezar menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan Meidyatama, guna mendapatkan penjelasan secara detail dari redaksi dalam memutuskan memasang gambar karikatur ISIS tersebut. (Baca: Kasus Karikatur ISIS, Penghinaan atau Pesan Tak Sampai?)

“Hasilnya, Jakarta Post tak punya niat buruk, terlebih menista agama Islam, saat menampilkan gambar tersebut,” ujar Nezar, seperti dilansir tempo.co, Jumat, 12 Desember 2014.

Berdasarkan penjelasan pihak redaksi Jakarta Post dalam pertemuan itu, gambar tersebut bukan hasil karya koran itu sendiri, melainkan gambar yang diambil dari harian Al-Quds. (Baca: Ternyata Karikatur The Jakarta Post Diambil Dari Situs Ini)

Nezar menuturkan tujuan Jakarta Post memuat gambar karikatur, yang kemudian memancing pro-kontra itu, adalah mengingatkan pembaca tentang ancaman kelompok radikal ISIS. “Kami pastikan tak ada iktikad buruk dari Jakarta Post dalam gambar tersebut,” ujarnya.

Berkaitan dengan kasus itu, Kamis, 11 Desember 2014, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Meidyatama sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Karikatur yang dimuat dalam koran Jakarta Post itu menggambarkan bendera berlambang tengkorak dengan kalimat tauhid di atasnya.  (Baca: Kasus Karikatur, Pemred The Jakarta Post Resmi Tersangka)

Menurut penyidik, Meidyatama dijerat dengan pasal 156 huruf a KUHP tentang Penistaan Agama. Ancaman hukumannya berupa penjara di atas 5 tahun penjara. Penyidik berencana memeriksa Meidyatama pada pekan depan.

Meski demikian, Meidyatama telah menyatakan bahwa karikatur yang menuai polemik tersebut, dimaksudkan untuk mengkritik kelompok teroris ISIS, bukan untuk menghina Islam. (Baca: Ditetapkan Tersangka, Begini Tanggapan The Jakarta Post)

“Artikel yang kami rilis adalah bagian dari jurnalistik yang mengkritik kelompok ISIS, yang telah melakukan kekerasan atas nama agama. Artinya, karikatur ISIS tersebut tidak menghujat. Kita semua mengetahui bahwa ISIS adalah organisasi terlarang di Indonesia, dan terlarang juga hampir di seluruh dunia,” jelas Meidyatama, seperti dilansir thejakartapost.com, 11 Desember 2014. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL